Denpasar, Baliwakenews.com
Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 yang berlangsung berdekatan, DPRD Provinsi Bali memperkuat koordinasi lintas lembaga guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Provinsi Bali bersama Polda Bali serta sejumlah komponen masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Kamis (12/3).Rapat koordinasi pengamanan dan ketertiban masyarakat tersebut dipimpin Wakil Ketua III DPRD Bali, Komang Nova Sewi Putra, serta dihadiri anggota Komisi I dan Komisi IV DPRD Bali.
Ketua Komisi I DPRD Bali, Nyoman Budi Utama, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD, mengingat dua hari raya besar keagamaan berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial di Bali.
Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat diperlukan agar pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, serta tetap menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama di Bali.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran unsur koordinasi wilayah dan Majelis Desa Adat (MDA) dalam forum resmi pembahasan keamanan daerah.
“Kami berharap koordinasi ini melibatkan seluruh komponen strategis, karena peran lembaga adat sangat penting dalam menjaga pelaksanaan Nyepi sekaligus memastikan situasi tetap kondusif saat Idul Fitri,” ujarnya.
Komisi I DPRD Bali, lanjutnya, juga meminta adanya penegasan kembali instruksi atau seruan bersama yang selama ini menjadi pedoman masyarakat setiap pelaksanaan Nyepi, khususnya karena tahun ini beririsan dengan momentum Idul Fitri.
Sementara itu, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, menyampaikan bahwa kepolisian telah menyiapkan langkah pengamanan melalui Operasi Ketupat yang dilaksanakan secara serentak.
Ia menegaskan, Bali memiliki reputasi sebagai daerah dengan tingkat toleransi dan kedamaian yang tinggi, sehingga stabilitas keamanan menjadi prioritas utama, terlebih sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Kami yakin masyarakat Bali menginginkan suasana damai dan toleran. Keamanan menjadi hal utama yang harus dijaga bersama,” jelasnya.
Polda Bali juga menilai pentingnya penyampaian seruan bersama kepada masyarakat agar pelaksanaan kedua hari raya dapat berlangsung harmonis tanpa menimbulkan gesekan sosial. Selain pengamanan teknis, pendekatan persuasif kepada masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban. BWN-05
































