Mangupura, baliwakenews.com
Di antara megahnya langit biru dan siluet patung Garuda Wisnu Kencana yang ikonik, ribuan penjor tengah bersiap menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan cara yang tak hanya sakral, tetapi juga interaktif dan membuka ruang partisipasi lintas generasi.
Mulai 27 Oktober hingga 1 November 2025, GWK Cultural Park menghadirkan Penjor Festival 2025, sebuah perayaan budaya yang dirancang bukan sebagai tontonan seremonial, melainkan sebagai pengalaman hidup sepenuhnya, menyentuh indera, rasa, dan pemahaman tentang falsafah Bali.
“Melalui Penjor Festival, kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang utuh — di mana orang bukan hanya melihat, tetapi memahami dan terlibat,” ujar CH. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park, Rabu (29/10). Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Badung tahun ini disebut Rossie sebagai penguatan nyata ekosistem pelestarian budaya berbasis kolaborasi publik–privat.
Alih-alih sekadar instalasi dekoratif, pameran penjor tradisional dan modern di GWK dijadikan ruang interpretasi, bagaimana simbol kemakmuran dan harmoni ini diterjemahkan ulang oleh seniman muda dan maestro adat.
Rangkaian festival menyajikan pengalaman lintas lini budaya:
• Lomba Bapang Barong, Mekendang Tunggal & Balaganjur yang menguji teknik dan spirit ngayah.
• Lomba & Pameran Ogoh-Ogoh Mini bersama ST. Yowana Pratyaksa, memperlihatkan imajinasi generasi muda Bali terhadap roh dan narasi kosmologi.
• Pertunjukan kolosal Sanggar Saba Sari dan musisi Bagus Wirata sebagai ritual rasa menutup puncak festival 31 Oktober–1 November.
Di sudut lain, “My Melali GWK Market” menjadi living marketplace yang memadukan kuliner tradisional, kriya lokal, dan karya UMKM agar pengunjung tidak hanya menyaksikan budaya, tetapi turut mengonsumsi, mendukung, dan membawa pulang bagian darinya.
Penjor Festival 2025 lahir sebagai jawaban atas kerinduan generasi terhadap pengalaman budaya yang merasakan, bukan menghafal. Perayaan yang tidak menjarakkan wisatawan, tidak membekukan tradisi dalam museum, melainkan mengundang semua untuk ikut menari di dalamnya. “Ini paket liburan budaya Bali yang komplet,” ujar Rossie.
Indah dipandang, hangat dirasakan, dan diam-diam menghidupkan identitas. BWN-04

































