Gepeng dan Pengemen Kembali Marak di Badung

Iklan Home Page

Mangupura,baliwakenews.com
himpitan ekonomi saat panemi covid-19 sangat dirasakan masyarakat bahkan tak segan kini masyarakat memilih profesi menjadi pengemis dan pengamen. bahkan dari data yang dihimpun dilapangan Jumlah pengemis dan pengamen meningkat selama pandemi Covid-19. Rata-rata 3 hingga 5 orang terjaring razia per harinya oleh pihak Satuan Satpol PP Kabupaten Badung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara saat dikonfirmasi Kamis 9 September 2021 mebenarkan hal tersebut. Bahkan, jajaranya saat ini selain sibuk dengan pemantaun protokol kesehatan masyarakat, juga disibukan dengan aksi kucing-kucingan gepeng dan pengamen. “Ya semakin banyak lagi Gepeng dan pengamen yang kita jaring. Memang setelah operasi besar-besaran menyeluruh sebelum PPKM darurat sempat turun, namun saat ini mulai muncul lagi, kucing-kucingan dengan petugas kami yang sedang Patroli,” ujarnya.

Baca Juga:  Panas Menyengat di Bali, BMKG Sebut Cuaca Tak Stabil Bisa Picu Hujan Tiba-Tiba

Tak hanya itu, birokrat asal Denpasar ini juga mengakui kebingungan menindaklanjuti keberadaan Gepeng maupun pengamen yang terjaring. Terlebih, saat libur atau di luar jam kerja, karena disyaratkan melakukan tes Antigen dan vaksinasi. “Masalahnya saat ini kami selalu kebingungan tindak lanjut kalau dapatkan pengamen, gelandangan, gepeng dan lainnya. Terutama kalau mendapatkan di luar jam kerja atau libur, karena disyaratkan harus test Antigen dulu, saat ini ditambah harus sudah vaksin. Sedangkan, kami tidak punya tempat menampung mereka, termasuk konsumsinya selama nunggu proses,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya sempat mengusulkan pembuatan rumah singgah untuk menampung Gepeng mapun pengamen yang terjaring razia, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya. Namun, rencana ini terkendala anggaran lantaran terdampak Pandemi Covid-19. “Anggaran kena rasionalisasi ke penanggulangan bencana Covid-19. Sedangkan, harus di rapid dulu dan lanjut vaksin dulu, baru boleh diserahkan ke Dinas Sosial, kalau pas jam kerja sih tidak masalah, tapi di luar jam kerja ini yang belum kami dapatkan solusinya,” katanya.

Baca Juga:  Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa

Sebelumnya, pihaknya telah menempatkan sejumlah personil untuk mengawasi Gepeng yang berkeliaran. “Kami menempatkan anggota pada beberapa tempat yang rawan gepeng, selain otu juga patroli menyusuri tempat-tempat yang sering ditempati gepeng,” ujarnya.

Disebutkan, personil yang bertugas akan ditempatkan di setiap perempatan atau pertigaan jalan. Seperti, simpang McD di Jimbaran, simpang Benoa Squre, simpang Majapahit, simpang Imam Bonjol, simpang Nakula, simpang Mertanadi, simpang Kerobokan, simpang Gatsu. Personil juga ditempatkan di depan usaha seputaran Joger, seputaran Hard Rock, seputaran Beach Walk. “Dominan gepeng dari daerah Karangasem, kalau pengamen kebanyakan dari Jawa. Kalau jumlahnya dari tanggal 1 sampai 9 September ini baru 3 orang asal Jawa, yakni 1 cowok dan 2 cewek. Dan 1 WNA Rusia yang sudah direkomendasi untuk dideportasi oleh imigrasi, saat ini tinggal nunggu jadwal keberangkatan,” terangnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR