Mangupura, baliwakenews.com – Sabtu siang itu, angin bertiup pelan di atas Jembatan Tukad Bangkung, Petang, Badung. Jembatan tertinggi di Bali yang biasanya jadi destinasi swafoto. Namun, suasana berubah mencekam ketika seorang remaja perempuan berdiri di sisi jembatan dengan mata sembab dan tubuh gemetar. Ia menangis dan berteriak ingin mengakhiri hidupnya.
Gek Diah (40), dan Putu Ogik Pratama (23), tak menyangka perjalanan pulang mereka dari kegiatan tanam tuuh di SD 4 Belok Sidan akan berubah menjadi aksi penyelamatan. Saat melihat sosok remaja itu dalam keadaan panik, keduanya sontak berbalik arah, menghampiri, lalu memeluknya.
“Sempat menangis histeris dan meronta ingin melompat,” ujar Kapolsek Petang, AKP I Nyoman Arnaya, Minggu, 20 Juli 2025. “Tapi keduanya sigap memeluk dan menenangkannya.”
Remaja itu berinisial NKDP (16), asal Desa Dausa, Kintamani, Bangli. Ia meninggalkan rumah sejak dua hari sebelumnya dan sempat tinggal di rumah temannya di Buleleng. Ayahnya, I Gede Ratna Putra, baru mengetahui keberadaannya setelah dihubungi Bhabinkamtibmas dan langsung menjemput anaknya ke rumah warga dekat lokasi jembatan.
Sang ayah mengatakan putrinya mengidap epilepsi dan belum pulih sepenuhnya. Polisi belum bisa meminta keterangan lebih lanjut karena kondisi psikologis korban masih labil. Namun, mereka telah mengamankan lokasi, meminta keterangan saksi, dan memastikan korban berada dalam perlindungan keluarga.
Arnaya mengingatkan pentingnya kepedulian sosial. “Kita perlu lebih peka, terutama terhadap remaja yang tengah menghadapi tekanan. Melapor lebih awal bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya. BWN-07
































