Bangli, baliwakenews.com
Pertikaian berdarah antar keluarga pecah di Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu (12/10). Hanya dalam hitungan menit, duel maut yang melibatkan dua kelompok bersaudara itu menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya. Sengketa lama soal lintasan jeep wisata disebut-sebut menjadi pemicu utamanya.
Awal Perselisihan: Jalur Jeep Wisata
Informasi yang dihimpun Tempo, konflik bermula dari keberatan keluarga korban atas pembangunan area parkir jeep yang dibuat oleh pihak pelaku. Jalur lintasan wisata itu melewati pekarangan milik keluarga korban tanpa izin. Di kawasan Songan dan sekitarnya, jasa tur jeep memang sedang marak, mengantar wisatawan berkeliling Danau Batur, Gunung Batur, dan sejumlah titik panorama di Kintamani.
Perselisihan ini sudah lama bergulir. Namun puncaknya terjadi pada Minggu (12/10) sekitar pukul 09.00 Wita, ketika keluarga korban mendatangi lokasi jalur jeep untuk menegur pihak pelaku yang tengah beraktivitas. Adu mulut tak terelakkan, berubah menjadi saling serang dengan senjata tajam.
“Awalnya adu argumen soal jalur jeep. Tak lama kemudian terjadi perkelahian. Dua orang meninggal di tempat,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebut namanya.
Duel di Depan Rumah Jero Japa
Bentrok itu pecah di depan rumah warga bernama Jero Japa. Ketiga korban, yang merupakan saudara kandung—Ketut Kartawa alias Pak Manis (50), Jero Sumadi (47), dan I Wayan Ruslan alias Mangku Ruslan (53)—terlibat langsung dalam perkelahian melawan tiga pelaku yang juga bersaudara: I Ketut Arta (26), I Jero Wage (40), dan I Nyoman Berisi (32).
Ketut Kartawa dan Jero Sumadi tewas di lokasi dengan luka tusuk parah di dada dan perut. Sementara Mangku Ruslan menderita luka tusuk di perut serta patah di siku kiri. Ia sempat dilarikan ke RSUD Bangli dan menjalani operasi penyelamatan.
“Pasien sudah sadar dan stabil. Luka tusuk di bagian perut tidak mengenai organ vital,” kata Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana Sp.An, Senin (13/10).
Polisi Naikkan Status Kasus ke Penyidikan
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli bergerak cepat. Sehari setelah kejadian, Senin (13/10), penyidik menaikkan status penanganan dari penyelidikan ke penyidikan. Tiga pelaku yang diamankan masih berstatus saksi terperiksa.
“Mereka baru diamankan untuk diperiksa. Masih sebagai saksi dan terduga pelaku. Belum ditetapkan tersangka,” kata Ps. Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya.
Menurut Ratwijaya, penyidik kini mendalami peran masing-masing dari ketiga pelaku. “Setelah penyidikan berjalan baru diketahui perannya seperti apa. Setelah itu baru bisa ditetapkan tersangka jika ditemukan bukti keterlibatan,” ujarnya.
Dua Jenazah Diautopsi di RSUP Prof. Ngoerah
Untuk memastikan penyebab kematian kedua korban, polisi melakukan autopsi di Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, Senin (13/10). Kedua jenazah sebelumnya dievakuasi dari RSUD Bangli pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 Wita.
“Ya, hari ini dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” kata Ratwijaya.
Pertikaian Sesama Keluarga
Ironisnya, baik korban maupun pelaku masih memiliki hubungan keluarga dekat. Rumah keduanya hanya berjarak sekitar 400 meter. Bahkan salah satu pelaku diketahui menikahi putri dari salah satu korban.
“Dengan kejadian ini, hanya menyisakan kakak tertua, Mangku Ruslan, yang selamat dari tiga bersaudara korban,” kata sumber kepolisian.
Kepolisian masih menempatkan personel di sekitar lokasi untuk mengantisipasi balas dendam antar keluarga. “Situasi saat ini kondusif, namun personel tetap siaga,” ujar Ratwijaya.
Kasus yang berawal dari sengketa jalur wisata ini kini menjadi perhatian warga Kintamani. Polisi memastikan akan menuntaskan penyidikan dan mengungkap motif sebenarnya di balik pertikaian yang mengoyak hubungan darah itu. BWN-01

































