Mangupura, baliwakenews.com
Dua kelompok buruh bentrok di wilayah Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Minggu (7/1) malam. Selain sejumlah buruh dilaporkan mengalami luka-luka, lima unit motor dirusak dan dibakar.
Peristiwa bentrokan itu saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. “Kejadiannya sekitar pukul 21.00. Kedua kelompok buruh asal luar Bali itu bekerja membangun proyek vila,” kata sumber petugas, Senin (8/1).
Menurut sumber tersebut, siang sebelum kejadian yakni sekitar pukul 13.00, salah satu buruh bernama Syaifudin mabuk. Dia lantas marah-marah, memukul buruh lainnya (dari kelompok berbeda). Sempat terjadi ketegangan dan keributan antara kedua belah pihak. “Pertikaian itu berhasil dilerai teman-temanya. Selanjutnya dilakukan mediasi oleh mandor dan kedua belah pihak sepakat berdamai,” katanya.
Rupanya situasi tidak kondusif. Kondisi kedua belah pihak kian memanas. Hingga akhirnya sekitar pukul 21.30, datang teman-teman korban berjumlah 20 orang ke TKP sambil berteriak-teriak. Kejadian itu memancing dan memprovokasi teman-teman Syaifudin sekitar 300 orang. Kedua kelompok buruh ini saling lempar batu.
“Karena kalah jumlah, 20 orang dari pihak korban terdesak menjauhi TKP. Karena panik, mereka meninggalkan lima motor di TKP,” ungkapnya.
Selanjutnya ratusan buruh yang marah tersebut membakar satu motor. Tak hanya itu, mereka juga merusak empat sepeda motor di TKP. Informasi tersebut sangat mencekam. Hingga warga sekitar melapor ke Polda Bali.
Setelah menerima laporan kejadian itu, ratusan personel Polda Bali terdiri dari dua peleton satuan penanggulangan huru hara (PHH) 64 orang dan peleton anti anarkis (AA) sebanyak 24 orang. Selain itu personel Polresta Denpasar dan Polsek Kutsel juga dikerahkan ke TKP.
Setibanya di TKP, polisi langsung melakukan pengamanan areal lokasi kejadian. Kelompok buruh merupakan teman korban diarahkan menjauh dari TKP.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat dikonfirmasi mengatakan jika aparat Polresta Denpasar langsung mengamankan ratusan kelompok penyerang. Mereka saat ini masih dimintai keterangan. “Yang terlibat bentrok antar buruh proyek di TKP. Situasi sudah kondusif dan masih dilakukan penyelidikan,” tegasnya. BWN-01

































