Denpasar, baliwakenews.com
Sekelas level pelajar saja, ajang Esports Porjar Kota Denpasar menarik perhatian banyak sekolah.
Bahkan sekolah banyak mengantri untuk mendapat satu tempat agar bisa bertanding di ajang Porjar Kota Denpasar yang mulai digelar pada 13-15 April ini di Universitas Bali Internasional (UNBI).
Ketua Umum Pengkot ESI Denpasar, I Nyoman Adikarya Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (11/4) menjelaskan tak semua sekolah bisa mengikutinya, oleh karena itu digelar babak kualifikasi terlebih dahulu. Karena per divisi games terdapat kuotanya. Kata Adikarya, untuk games Mobile Legend (ML) kuota tim sebanyak 20, kemudian PUBG Mobile, Free Fire, dan PES masing-masing sebanyak 16 tim.
“Jadi total kuota timnya sebanyak 68 tim dari 4 divisi games tersebut. Untuk babak kualifikasi sudah mulai dari hari ini dengan sistem online. Sementara untuk pertandingannya semua dilakukan dengan off line,” beber Adikarya.
Namun sangat disayangkan, para atlet yang tembus menjadi juara tak bisa dikirim mewakili Kota Denpasar ke jenjang Porjar Bali karena di provinsi cabor esport tidak dipertandingkan. Namun ESI Denpasar tak ingin para juara ini ‘ngambang’ begitu saja dan finalis akan diarahkan ke ajang Walikota Cup 2023 yang digeber usai Porjar Denpasar ini atau di awal Juni 2023 mendatang.
“Ya kasihan mereka tidak di arahkan. Setelah Porjar lantas tidak ada muaranya. Makanya kami arahkan ke Walikota Cup untuk yang finalisnya saja,” tegasnya.
Namun di balik itu, untuk jangka panjangnya bisa menjadi proyeksi atau bibit untuk persiapan Porprov Bali 2025 mendatang. “Jadi jenjangnya sudah ada, dari Porjar, ke Walikota Cup, kemudian ke Porprov Bali. Syukur-syukur nanti mereka bisa konsisten dan bisa sampai Pra-PON dan PON,” tandas Adikarya. BWN-06

































