Renon, baliwakenews.com
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, I Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) melakukan pendaftaran ke kantor KPU Provinsi Bali diantar Hanoman dan diiringi baleganjur serta simpatisan partai pengusung yang tergabung dalam KIM Plus, Kamis 29 Agustus 2024. Pendaftaran berselang dua jam, dari pasangan Bacagub dan Bacawagub Bali, Koster- Giri.
Pasangan Mulia-PAS tampak kompak mengenakan pakaian adat dengan baju berwarna biru muda, ciri khas presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran saat masa-masa kampanye Pilpres lalupasangan ini didukung oleh partai yang tergabung dalam KIM Plus diantaranya Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai PSI, dan PAN.
Muliawan Arya yang akrab disapa De Gadjah usai pendaftaran, mengungkapkan, dirinya bersama PAS menyerahkan jiwa dan raganya untuk menjadi pelayan masyarakat Bali, dan jika diberikan mandat oleh masyarakat, serta restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta alam siap ngayah untuk rakyat Bali.
Meski terjadi perbedaan dukungan atau koalisi di daerah, dikatakan itu merupakan dinamika politik yang biasa terjadi. Namun, KIM plus tetap solid untuk memenangkan Mulia-PAS pada Pilgub Bali November mendatang.
“Kita tetap solid. Jika terjadi perbedaan di kabupaten/kota itu dinamika politik namanya,” ujarnya.
Ditanya program unggulan, De Gadjah menambahkan, salah satu program unggulan yang bakal diwujudkan jika terpilih yaitu mewujudkan bandara Bali Utara, dan permasalahan-permasalahan penting di Bali saat ini seperti masalah penanganan sampah, kemacetan, maupun pariwisata Bali.
“Kami bakal merealisasikan bandara Bali Utara, namun banyak proses yang harus dilalui seperti harus ada akses. Selain juga mewujudkan MART dari Canggu menuju Nusa Dua, Sanur, maupun Ubud, hingga ke bandara di Bali Utara,” tuturnya.
Ketua DPD Gerindra Bali ini, menerangkan mewujudkan hal tersebut, pihaknya bakal melakukan diskusi dengan teknokrat-teknokrat Bali yang peduli terhadap Bali. Hal ini memang serius bakal digarap dan bukan sekedar jargon politik, namun siap dan mampu merealisasikan.
Sebagai bakal calon wakil gubernur, PAS menambahkan, Bali terjadi ketimpangan kesejahteraan antara Bali selatan, utara, timur, barat dan tengah. Pasalnya aksesibilitas sulit untuk mengakses Bali utara, disamping juga kapasitas Bandara Ngurah Rai yang sudah semakin krodit.
“Maka penting untuk mewujudkan bandara bali utara agar terjadi pemerataan pembangunan di Bali. Jika terpilih kami siap mewujudkan bandara bali utara. Jika terealisasi kami gubernur dan wakil gubernur mokoh, rakyat akan gemuh,” ucapnya membuat semua hadirin tertawa.
Ditanya sebagai generasi milenial, sudah mendapat kesempatan maju mencalonkan diri menjadi gubernur, De Gajah mengaku tidak pernah bermimpi. “Saya dalam mimpi pun tidak ada, ini amanah dan tanggung jawab. Ketua parpol, dan bapak Prabowo menunjuk kami kaum milenial, anak muda tidak bisa dikesampingkan, memang saya tidak memiliki pengalaman, jika diberikan kesempatan anak muda pasti lebih hebat. Gubernur Milenial Menanti,” pungkas De Gadjah. BWN-03

































