Mangupura, baliwakenews.com
Maraknya kasus pencurian water meter di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) mendapat perhatian serius dari Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa. Menyikapi laporan kehilangan yang berulang, manajemen Perumdam langsung melakukan tindak lanjut guna meminimalkan dampak gangguan layanan air bersih sekaligus menekan potensi kerugian.
Hingga Selasa (6/1/2026), Perumdam Badung telah menerima empat laporan kehilangan water meter dari pelanggan di wilayah Lingkungan Bhuana Gubug, Jimbaran. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, indikasi kuat mengarah pada aksi pencurian. “Indikasinya memang dicuri, karena airnya dibiarkan mengucur,” ungkap Suyasa.
Ia menegaskan, Perumdam tidak hanya mencatat laporan, tetapi juga melakukan evaluasi sistem pengamanan water meter, terutama yang dipasang di luar pagar rumah pelanggan. Langkah ini dinilai penting mengingat dampak pencurian tidak hanya merugikan warga, tetapi juga menyebabkan pemborosan air bersih. “Kerugian kami tergantung lamanya air dibiarkan mengucur terbuang. Ini tentu menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Di sisi lain, Suyasa mengingatkan bahwa water meter merupakan milik pelanggan, sehingga pengawasan harian menjadi tanggung jawab bersama. “Kontrol dari Perumdam dilakukan sebulan sekali. Sesuai perjanjian, pelanggan juga diharapkan ikut menjaga,” katanya.
Suyasa juga mengakui bahwa selama dirinya menjabat sebagai direktur utama, kasus pencurian water meter dengan indikasi seperti ini baru pertama kali terjadi. Meski demikian, ia memastikan Perumdam akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait agar kejadian serupa tidak meluas.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Bhuana Gubug, I Wayan Mana, menyebut peristiwa pencurian diduga terjadi pada dini hari. Pasalnya, pada tengah malam air masih mengalir normal, namun pada pagi hari warga mendapati meteran air telah hilang. “Lokasinya ada di tiga titik wilayah Bhuana Gubug, tetapi jumlah meteran yang hilang ada empat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kasus serupa telah terjadi tiga kali dalam dua pekan terakhir. “Dua minggu lalu hilang dua sampai tiga meteran, kemudian tidak sampai seminggu hilang lagi dua meteran, dan sekarang empat meteran sekaligus,” bebernya.
Atas kejadian tersebut, pihak lingkungan telah melaporkan ke kepolisian serta meneruskan informasi ke Perumdam Badung. Warga juga diimbau untuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan melapor jika menemukan petunjuk terkait pelaku. BWN-04

































