Desa Pelaga Diterpa Hujan Es

Iklan Home Page

Petang, baliwakenews.com

Fenomena hujan es kembali terjadi di Bali. Pada Kamis (19/11) fenomena unik tersebut terjadi wilayah Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Butiran es sebesar kelereng berjatuhan, sejauh ini belum ada laporan kerusakan akibat fenomena tersebut. Hal ini juga perda terjadi benerapa tahun lalu di Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan es terjadi di Banjar Tinggan dan Banjar Pelaga, Desa Pelaga. “Awalnya hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul satu siang. Lalu sekitar pukul setengah dua, mulai berjatuhan es sebesar kelereng,”ungkap I Wayan Arsa, warga Pelaga.

Baca Juga:  Demokrat Badung Jaring Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Batas Akhir Hingga 31 Mei 2024

Lebih lanjut diungkapkannya, hujan es terjadi tak lebih dari 30 menit. Fenomena hujan es memang sudah pernah terjadi beberapa kali di wilayah Pelaga, sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakan akibat hujan es tersebut.

Secara terpisah Pj Perbekel Pelaga I Made Sandu yang dikonfirmasi terpisah membenarkan telah terjadi hujan es di wilayah Desa Pelaga. “Iya benar, tadi sempat terjadi hujan es, yang disertai angin kencang,”katanya.

Pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan yang diakibatkan oleh hujan es tersebut. “Butiran es yang jatuh langsung pecah, belum ada laporan kerusakan bangunan atau rumah warga,”ungkapnya.

Baca Juga:  Dianugerahi Tokoh Pelindung Budaya Bali Lestari, Gubernur Koster : Ini Untuk Masyarakat Bali

Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana menerangkan, fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan lebat es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat terjadi karena adanya awan konvektif yaitu awan cumulonimbus yang lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada saat musim hujan. “Fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi,” terangnya dikonfirmasi, kemarin.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Korupsi, Ketua LPD Desa Adat Gulingan Ditetapkan Tersangka

Berdasarkan pantauan dari citra satelit terjadi awan konvektif di wilayah Petang antara pukul 13.00 – 14.00. Lalu dari citra radar cuaca tertangkap ada fenomena hujan lebat yang bisa saja hujan es terjadi antara pukul 13.30 – 13.40. “Fenomena awan konvektif inilah yang dapat memicu fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, kilat/petir, dan juga hujan es, ” pungkansya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR