Gianyar, baliwakenews.com
Universitas Warmadewa melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mendorong pengembangan Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, sebagai desa wisata ramah perempuan dan anak. Upaya ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertema “Edukasi Tata Kelola Desa Wisata Ramah Perempuan dalam Menunjang Desa Lebih Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Gianyar”.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Lebih pada Sabtu (21/6) ini dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, S.AP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Warmadewa dan berharap kegiatan ini mampu membangkitkan semangat partisipatif masyarakat, terutama perempuan, dalam memajukan pariwisata desa yang inklusif, aman, dan nyaman bagi semua.
Peserta yang didominasi ibu-ibu PKK dan pelaku wisata lokal mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait konsep Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA) serta kemampuan dasar Bahasa Inggris dalam konteks pariwisata.
Materi pertama disampaikan oleh I Putu Adi Permana Putra, S.AP., M.AP., yang mengangkat pentingnya pengarusutamaan gender dan perlindungan anak dalam kebijakan desa. Ia memaparkan indikator desa ramah perempuan dan anak, seperti penguatan ekonomi perempuan melalui UMKM, penyediaan fasilitas publik ramah keluarga, serta pelibatan aktif perempuan dalam musyawarah desa. Ia juga memperkenalkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai model kolaborasi komunitas untuk membangun kesetaraan sosial.
“Desa Lebih memiliki potensi besar di sektor pertanian dan wisata. Sinergi antara pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan dan adil,” ujar Adi Permana.
Sesi berikutnya dipandu oleh Radha Andhra Swari, S.S., M.Li., yang memberikan pelatihan dasar Bahasa Inggris untuk keperluan wisata. Materi meliputi kosa kata umum, sapaan sopan, hingga simulasi percakapan antara pemandu dan wisatawan asing. Para peserta tampak antusias berlatih bersama dan mulai terbiasa menggunakan frasa seperti “hello”, “how can I help you?”, “bye” dan “see you” dalam interaksi sederhana.
Sesi diskusi yang dipandu oleh Nyoman Sumawidayani, S.IP., M.AP., membuka ruang aspirasi warga. Sejumlah peserta menyuarakan pentingnya pelatihan lanjutan di lapangan, keterlibatan wisatawan asing dalam simulasi praktik, serta edukasi etika komunikasi untuk pelaku wisata. Harapan juga disampaikan agar perempuan lebih banyak dilibatkan dalam forum-forum perencanaan desa.
Menanggapi kekhawatiran warga terkait isu kekerasan verbal di sektor wisata, tim PKM mendorong adanya koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gianyar, serta penyusunan pedoman etika bagi pelaku usaha wisata.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Banyak dari peserta, terutama kaum ibu, menunjukkan kemajuan dalam memahami prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam pariwisata serta kemampuan dasar melayani wisatawan asing.
Sebagai tindak lanjut, tim PKM Universitas Warmadewa akan menyusun buku saku panduan Desa Wisata Ramah Perempuan dan Anak yang nantinya diserahkan kepada Pemerintah Desa Lebih. Panduan ini diharapkan menjadi referensi praktis dalam pengelolaan desa wisata secara mandiri, berperspektif gender, dan berkelanjutan.
Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan komitmen bersama untuk terus mendorong Desa Lebih menjadi destinasi wisata unggulan di Gianyar yang ramah bagi perempuan, anak, dan seluruh elemen masyarakat. BWN-R




























