Singaraja, Baliwakenews.com
Di antara bentang terasering sawah, perbukitan hijau, dan jejak peninggalan masa lampau, Desa Bengkel di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, mulai merangkai masa depan pariwisatanya. Desa ini tak sekadar ingin menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghidupkan kembali cerita sejarah dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Pemerintah Desa Bengkel kini mematangkan konsep pengembangan desa wisata yang memadukan potensi alam, sejarah, spiritualitas, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika berjalan sesuai rencana, desa ini ditargetkan siap diluncurkan sebagai destinasi wisata pada 2027.
Daya tarik yang disiapkan cukup beragam. Hamparan terasering sawah akan menjadi bagian dari pengalaman wisata dengan jalur trekking yang memungkinkan pengunjung menikmati lanskap pedesaan secara lebih dekat. Kawasan perbukitan juga menawarkan suasana alam yang berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan pencinta ketenangan dan aktivitas luar ruang.
Sementara itu, Air Terjun Santhi Phala direncanakan untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata spiritual, khususnya untuk aktivitas melukat atau ritual penyucian diri dalam tradisi Hindu Bali.
Perpaduan tersebut menjadi modal Desa Bengkel untuk membangun karakter wisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga memberikan pengalaman tentang alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
Menelusuri Jejak Desa Tua dari Sarkofagus hingga Era Modern
Daya tarik Desa Bengkel tidak berhenti pada panorama alam. Desa ini juga menyimpan jejak sejarah yang menjadi potensi penting dalam pengembangan wisata berbasis edukasi dan budaya.
Peninggalan berupa sarkofagus, yang berkaitan dengan tradisi penguburan pada masa prasejarah, menjadi salah satu bagian dari kekayaan sejarah yang dimiliki desa tersebut. Selain itu, terdapat pula jejak peninggalan dari era Lumbanan hingga masa modern yang ingin dirangkai menjadi narasi sejarah desa.
Potensi ini membuka peluang bagi Desa Bengkel untuk menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga mengenal perjalanan sejarah desa dan kehidupan masyarakatnya dari masa ke masa.
Untuk memastikan cerita yang disampaikan kepada wisatawan memiliki dasar yang kuat, pemerintah desa melibatkan kalangan akademisi dalam penelitian dan penyusunan buku sejarah desa.
Buku tersebut nantinya diharapkan menjadi rujukan resmi bagi pemandu wisata lokal, sehingga informasi mengenai sejarah, peninggalan, dan perkembangan Desa Bengkel dapat disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab.
Kepala Desa Bengkel, Putu Artana, mengatakan persiapan pengembangan desa wisata telah dilakukan sejak 2024. Saat ini, pemerintah desa masih mematangkan berbagai aspek, mulai dari penataan potensi wisata hingga penyusunan tata kelola dan fasilitas pendukung.
“Kami persiapkan sejak tahun 2024 sekarang masih mematangkan, target tahun 2027 bisa dilaunching. Kami juga libatkan akademisi agar penyusunan sejarah ini objektif dan berbasis penelitian, sehingga buku sejarah desa ini nantinya bisa menjadi pegangan bagi pemandu wisata lokal,” ujar Putu Artana saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
Bukan Sekadar Destinasi, UMKM Lokal Ikut Disiapkan
Pengembangan Desa Bengkel sebagai desa wisata juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Karena itu, pembenahan destinasi berjalan beriringan dengan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah produk lokal yang berpotensi menjadi bagian dari pengalaman wisata antara lain kerajinan kain jumputan, ukiran kayu, serta beragam olahan kuliner.
Produk-produk tersebut dapat menjadi identitas ekonomi kreatif desa sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat langsung dari aktivitas pariwisata.
Dengan pendekatan ini, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati alam atau menelusuri sejarah, tetapi juga berkesempatan mengenal produk kerajinan dan kuliner yang dihasilkan masyarakat Desa Bengkel.
Di sisi lain, pemerintah desa turut memberi perhatian terhadap pengelolaan kebersihan lingkungan berbasis sumber. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun kawasan wisata yang bersih dan berkelanjutan, terutama ketika jumlah kunjungan mulai meningkat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemenuhan fasilitas pendidikan anak usia dini melalui taman kanak-kanak (TK), sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Investasi pada pendidikan dan kualitas SDM ini menjadi fondasi agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata, tetapi mampu mengambil peran aktif dalam mengelola dan mengembangkan potensi desanya.
Kolaborasi Menjadi Kunci Menuju 2027
Mewujudkan desa wisata tidak cukup hanya dengan mengandalkan keindahan alam. Kesiapan infrastruktur, kebersihan, kualitas pelayanan, pemahaman sejarah, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan sebuah destinasi.
Pemerintah Desa Bengkel menyadari hal tersebut. Pengembangan yang dirancang sejak 2024 dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi serta instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Hasil penelitian, penyusunan buku sejarah, penataan daya tarik wisata, dan peningkatan kapasitas masyarakat akan menjadi bagian dari proses pematangan sebelum peluncuran yang ditargetkan pada 2027.
Kolaborasi antara pemerintah desa, desa adat, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk pengelolaan pariwisata yang terarah sekaligus tetap menjaga identitas lokal.
Bagi Desa Bengkel, tantangannya bukan sekadar mendatangkan wisatawan. Lebih dari itu, bagaimana menjaga agar keindahan alam tetap lestari, peninggalan sejarah mendapat tempat yang semestinya, tradisi tetap dihormati, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang nyata.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Desa Bengkel berpeluang menghadirkan wajah pariwisata pedesaan Buleleng yang menawarkan tiga pengalaman sekaligus: menyusuri alam, mengenali sejarah, dan merasakan kehidupan lokal.
Sebuah perjalanan yang tidak hanya membawa wisatawan melihat Desa Bengkel, tetapi juga memahami cerita yang hidup di dalamnya. BWN-03
































