Denpasar, baliwakenews.com
Tidak hanya Pemerintah Kabupaten Badung yang menyokong para delegasi seni dan budaya di Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-47 tahun 2025. Namun dukungan juga dilakukan oleh para desa adat yang dutanya tampil saat lomba. Salah satunya adalah Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan. Desa Adat Ungasan memberikan support penuh atas tampilnya Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala duta Gong Kebyar Wanita Kabupaten Badung melawan Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Gianyar. Tak tanggung-tanggung pihak desa adat merogoh anggaran sekitar Rp 500 juta atau setengah miliar untuk mendukung Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala tampil maksimal di PKB 2025 ini.
Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa mengatakan, pihaknya menyambut dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan kepercayaan untuk Desa Adat Ungasan sebagai Duta Kebudayaan Badung. Jadi hal ini seiring dan seirama dengan tujuannya, ingin membangkitkan dan memberikan motivasi serta semangat kepada Gong Kebiar Wanita untuk selalu tampil di dalam hajatan kegiatan-kegiatan baik Pesta Kesenian Bali, tak kalah ada pujawali, dan kegiatan yang ada di desa itu sendiri dalam rangka keagamaan. ” Itu merupakan salah satu bentuk kita dalam meningkatkan peran serta perempuan dalam berkesian,”uajrnya.
Lebih lanjut Disel Astawa yang juga Wakil ketua DPRD Provinsi Bali ini juga mengatakan, pihaknya berharap bagaimana kedepan seorang perempuan selalu aktif di dalam mengajegkan warisan budaya Bali agar selalu tampil ceria. Sehingga dari regenerasi ke generasi, budaya itu selalu lahir berkesenambungan. “Inilah langkah strategis, langkah mulia yang diwujudkan oleh pendahulu kita, Bapak Ida Bagus Mantra itu sendiri, Gubernur Bali, mewujudkan adanya Pesta Kesenian Bali. Yang mana, tujuannya adalah untuk mengedukasi kita agar tidak lupa adanya seni, agama, adat, dan budaya itu sendiri,”ungkapnya.
Pihaknya juga sangat memberi motivasi, kepada para sekaa gong wanita dari Desa Adat Ungasan ini , dikarenakan ingin di Desa Adat Ungasan, selalu berperan serta dalam segala kesenian yang ada. Selain itu memberikan ruang pada wanita di setiap kegiatan, di setiap momen, baik itu kegiatan budaya, baik itu kegiatan keagamaan, selalu mereka bisa tampil dalam rangka untuk pelaksanaan dan pelestarian adat budaya itu sendiri. “Kami support, kami dorong, kami motivasi dengan memberikan dana dari Desa Adat sebesar Rp 500 juta untuk Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala. Memang kita ketahui Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan dana sebesar Rp 800 juta, tapi itu belum cukup, karena kita lihat situasi dan kondisi yang sekarang, mungkin pada saat penilaian itu pemerintah hanya memberikan anggaran seperti itu, tapi fakta di lapangan yang namanya mengaktifkan seni budaya itu, memerlukan biaya yang cukup besar. Jadi kami mensupport tambah dana. Tujuannya sekali lagi, saya ingin masyarakat saya di Desa Adat Ungasan,setelah ini agar selalu bangkit, agar ini menjadi suatu motivasi, cemeti bagi generasi penerus khususnya bagi perempuan, untuk selalu eksis, tampil, sehingga di kemudian hari ke depan kita tidak susah mencari bibit, bobot, kalau kita ditunjuk oleh pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk mewakili kegiatan-kegiatan seperti saat ini sehingga kita benar-benar siap seperti kabupaten-kabupaten yang telah melahirkan seni budaya, contohnya di Gianyar,”papan Desel Astawa. BWN-05

































