Badung, baliwakenes.com
Rabu (25/11), Desa Adat Kuta kembali menggelar upacara Nangluk Merana.
Berbagai persiapanpun sudah dilakukan untuk mensuskseskan acara yang akan digelar di Seluruh Kuta ini. Termasuk berbagai persiapan tentang protokol kesehatan yang harus dilaksanakan untuk menghindari terjadinya klaster baru covid 19. Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista dihubungi Selasa (24/11) memaparkan karena pelaksanaanya di tengah pandemi, pihaknya di desa adat memutuskan pelaksanaan yang berbeda dari pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya.
Dimana salah satunya adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu jumlah pemedek juga dibatasi untuk menghindari kerumunan.
Selain itu, kaitanya menghindari berkumpulnya warga, iring-iringan pelawatan menuju Pura Dalem Kahyangan untuk kali ini ditiadakan. Nantinya setelah upacara selesai dilaksanakan di masing-masing Perempatan yang ada di Kuta, Pelawatan langsung kembali ke Payogan di 6 banjar untuk Nyejer di sana. Dipaparkan Wasista seperti biasanya akan ada beberapa pelawatan yang akan tedun dalam uapacara di masing-masing perempatan ini. Seusai upacara tersebut Pelawatan langsung kembali ke Payogan dan tidak keiring menuju Pura Dalem kahyangan seperti sebelum sebelumnya.
Sementara itu, ntuk upacara di Pura Dalem Kahyangan dilaksanakan para pengayah-pengayah Desa dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Yakni menggunakan masker,.mencuci tangan dan mengikuti pengecekan suhu.Sedangkan untuk nunas tirta dan beras tawur ke Pura Dalem nantinya akan diwakilkan Ketua Pemaksan atau Kelian masing-masing banjar. Sedangkan untuk Upacara ke segara tetap terlaksana di pagi hari bersamaan dengan pelaksanaan di perempatan.
Ditanya tentang kemungkinan penutupan jalan, Wasista menegaskan untuk kali ini tidak ada penutupan atau pengaturan lalin, karena iring-iringan ke Pura sudah ditiadakan. Pihaknya juga tidak mengundang Pol.PP Badung dalam upacara kali ini Karena dinilai cukup dengan melibatkan Pol.PP yang tugas di Kuta bersama para pecalang banjar dan desa adat. Dia mengimbau kepada krama Kuta agar mentaati protokol kesehatan ini agar pelaksanaan upacara berjalan lancar. Di sisi lain kesehatan warga juga tetap terjaga. “Mari kita ikuti protokol kesehatan dengan benar untuk kebaikan bersama,”ajaknya. BWN-04

































