Dari Dapur ke Kebun, Kisah Warga Permata Nusa Dua Ubah Sampah Jadi Berkah

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Di sebuah sudut tenang di Kuta Selatan, tepatnya di Lingkungan Permata Nusa Dua, aroma tanah basah dan kompos segar bercampur dengan semangat gotong royong warganya. Di sinilah, pengelolaan sampah bukan lagi urusan dinas atau teknologi canggih, melainkan hasil kesepakatan hati dan kerja sama tangan-tangan tetangga.

Cerita ini bermula dari inisiatif sederhana Plastic Exchange Kuta Selatan. Ni Wayan Leri, Kepala Lingkungan sekaligus penggerak komunitas, ingat betul saat pertama kali mengajak warga memilah sampah di rumah masing-masing. “Dulu, sebagian orang masih bingung, ‘Apa bedanya plastik dengan organik?’ Tapi sekarang, mereka yang dulu ragu malah jadi paling rajin,” kenangnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Kendaraan Listrik Dan Hybrid Hingga Akhir Tahun 2025

Setiap pagi, terdengar langkah-langkah kecil menuju balai banjar. Di sana berdiri kokoh sebuah komposter besar, menjadi jantung pengelolaan organik warga. Sisa nasi, kulit sayuran, hingga daun kering masuk ke perut komposter, lalu perlahan berubah menjadi pupuk yang menyuburkan kebun warga. Sementara itu, plastik, kaca, dan besi tak berakhir di tumpukan sampah. Warga menimbangnya di program Plastic Exchange, lalu menukar hasilnya dengan uang atau kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga:  Ngerastiti Pujawali Pura Dalem Tungkub, Suyasa Diharapkan Bantuan Untuk Penataan Pura

Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, menyebut gerakan ini sebagai bukti bahwa perubahan tidak selalu menunggu program megah. “Di sini, kemauan warga jauh lebih kuat daripada alasan menunda. Mereka membuktikan, pengelolaan sampah bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” ujarnya.

Kini, Lingkungan Permata Nusa Dua bukan hanya lebih bersih, tapi juga lebih mandiri. Dari sisa makan malam menjadi pupuk, dari botol plastik menjadi tabungan warga telah membalik cerita sampah menjadi kisah berharga.

Baca Juga:  Nekat Bekendara di Pesisir Pantai Kuta, Dua Remaja Diusir Warga

Dari rumah-rumah sederhana inilah, perubahan besar untuk lingkungan itu terus bertumbuh, seperti hijau daun yang lahir dari kompos mereka sendiri. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR