Mangupura, baliwakenews.com
Aktivitas warga Bali dalam beberapa hari terakhir kembali dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem. Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu (13/12) malam hingga Minggu (14/12) tidak hanya menandai puncak musim hujan, tetapi juga dipengaruhi dinamika cuaca di Samudra Hindia yang berdampak ke wilayah Bali.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setidaknya dalam tiga hari ke depan, menyusul potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Eka Putra Wirawan, menjelaskan bahwa meskipun Bibit Siklon Tropis 93S belum berkembang menjadi siklon, sistem tersebut telah berkontribusi pada meningkatnya suplai uap air dan pembentukan awan hujan di Bali dan sekitarnya.
“Dampak tidak langsungnya sudah terasa. Wilayah Bali berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” ujarnya, Minggu (14/12).
Selain daratan, kondisi cuaca juga memengaruhi wilayah perairan. BMKG mencatat potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan, terutama Selat Bali, Selat Lombok, hingga Selat Alas bagian selatan. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.
Data pemantauan hujan menunjukkan ketimpangan curah hujan yang cukup tajam antarwilayah. Dalam periode 24 jam terakhir, Denpasar Barat mencatat curah hujan mencapai 139 milimeter per hari, masuk kategori sangat lebat. Sementara itu, di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, curah hujan tercatat 11,6 milimeter per hari, atau kategori ringan.
BMKG juga mencatat hujan terjadi dalam beberapa fase. Pada siang hari, hujan turun sekitar 30 menit. Intensitas meningkat pada malam hingga dini hari, dan kembali terjadi pada pagi hari dengan intensitas bervariasi.
“Pola hujan seperti ini meningkatkan risiko genangan, banjir lokal, serta gangguan aktivitas masyarakat,” tambah Eka.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi banjir dan genangan, waspada terhadap pohon tumbang dan angin kencang, menghindari aktivitas laut saat cuaca buruk serta selalu memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.
“Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem,” pungkasnya. BWN-04

































