Denpasar, baliwakenews.com
Kekhawatiran akan meluasnya virus Covid-19 yang ditularkan para pemudik di kampung halamannya menjadi alasan pemerintah melarang masyarakat mudik. Meski demikian banyak juga masyarakat yang nekat pulang ke kampung halamannya di tengah ketatnya penjagaan yang dilakukan petugas kepolisian.
Maraknya masyarakat rantauan yang nekat mudik membuat Ketua MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun angkat bicara. Dia meminta umat Islam rantauan yang ada di Bali agar tidak mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Bukan hanya itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan mudik massal yang banyak beredar di media sosial, yang dapat menganggu keamanan dan penambahan penyebaran kasus Covid-19. “Mari kita dukung upaya pemerintah dalam percepatan penanggulangan Covid-19, dengan tidak melakukan mudik dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu ajakan mudik massal di medsos,” ujarnya Rabu (12/5).
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PWNU Bali H. Abdul Azis dan Ketua Muhammadiyah Bali H. Aminnullah. Kedua tokoh muslim ini mengatakan agar masyarakat taat dengan himbauan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama. “Demi kesehatan dan keselamatan bersama, semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga tahun depan kita bisa mudik untuk merayakan lebaran bersama keluarga tercinta,” ujar Abdul.
Begitu juga diungkapkan Aminnullah, meski tidak mudik, umat muslim masih bisa bersilaturahmi dengan keluarganya di kampung melalui media sosial. Ia meminta masyarakat tidak memaksanakan diri untuk mudik dengan melakukan kucing-kucingan dengan petugas. “Besar kemungkinan masyarakat yang mudik akan dapat membawa penyakit bagi keluarga di rumah dan menambah klaster baru penyebaran Covid-19,” tegasnya. BWN-01

































