Tabanan, baliwakenews.com
Normalisasi Bendungan Telaga Tunjung di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, mulai dikerjakan sejak Senin (17/8). Pengerukan sedimen dilakukan secara bertahap menyusul kondisi tampungan bendungan yang belum sepenuhnya surut.
Petugas Operasi dan Pemeliharaan Bendungan Telaga Tunjung, I Wayan Eka Sudarsana, saat dikonfirmasi Jumat 21 Agustus 2026 mengatakan pengerjaan tahap awal difokuskan pada pengumpulan material tanah di sisi bendungan. Setelah itu, sedimen dikeruk secara bertahap dari bagian tepi menuju tengah bendungan.
“Senin depan sudah mulai normalisasi. Tanah-tanah masih dikumpulkan di sisi bendungan. Kami mulai keruk dari sisi dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter, kemudian baru bergerak ke tengah secara estafet,” ujar Wayan Eka.
Dalam pengerjaan awal ini, dua alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pengerukan. Namun, pekerjaan di lapangan masih menghadapi kendala, terutama kondisi air yang belum surut sepenuhnya.
Menurutnya, volume air di Bendungan Telaga Tunjung baru mengalami penyusutan sekitar 10-15 persen. Kondisi tersebut membuat proses pengerukan harus dilakukan secara bertahap agar alat berat dapat bekerja secara maksimal.
“Air baru surut sekitar 10 sampai 15 persen, belum surut total,” tegasnya.
Selain persoalan air, proses normalisasi juga sempat terkendala pada pintu pengeluaran bendungan. Material tanah hasil pengerukan diduga masuk dan menyebabkan volume air kembali naik sehingga saat ini tengah dilakukan perbaikan.
Wayan Eka menjelaskan, volume sedimen yang diperkirakan harus dikeruk mencapai sekitar 50.000 meter kubik. Dengan volume tersebut, normalisasi diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang.
“Pengerjaan ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026,” jelasnya.
Namun, apabila seluruh sedimen yang ada harus diangkat, pengerjaan bahkan berpotensi berlangsung hingga satu tahun. Ini juga tergantung kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
“Pengerjaan dilakukan bertahap dan secara swakelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) karena keterbatasan anggaran,” imbuhnya.
Normalisasi Bendungan Telaga Tunjung diharapkan dapat mengurangi sedimentasi yang selama ini mengurangi kapasitas tampungan. Dengan pengerukan tersebut, kapasitas bendungan diharapkan kembali optimal sehingga mendukung fungsi bendungan, khususnya dalam penyediaan air dan pengelolaan sumber daya air di wilayah Tabanan. BWN-06
































