Mangupura, baliwakenews.com
Dr. I Ketut Gede Arta, AP., SH., M.Si kembali dipercaya memimpin Indonesia Cycling Federation Kabupaten Badung periode 2026-2030 setelah terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Kominfo Kabupaten Badung, Minggu (24/5).
Muskab tersebut menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sekaligus penyusunan program strategis menuju Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng. Acara dibuka langsung Ketua Umum KONI Kabupaten Badung Made Sutama, SH., MH., dan dihadiri pengurus ICF Badung, klub-klub sepeda di Badung, serta jajaran KONI Badung yakni Binpres KONI Badung Ida Ayu Adanya Dewi, SE, Bidang Organisasi KONI Badung I Wayan Koper, S.Pd., Bidang Humas KONI Badung, Made Wardiasa ST dan Dewa Putu Agus Sanjaya Putra, S.Sos., M.I.Kom.
Dalam sambutannya, Made Sutama menegaskan Muskab bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi momentum evaluasi dan penguatan program pembinaan olahraga balap sepeda di Badung.
“Yang paling penting adalah bagaimana melakukan evaluasi program dan menyiapkan langkah ke depan agar ICF Badung tetap berprestasi di tingkat Bali hingga nasional,” ujarnya.
Ia mengapresiasi capaian ICF Badung yang sukses menjadi juara umum cabang balap sepeda pada Porprov Bali sebelumnya. Namun, ia meminta capaian tersebut tidak membuat lengah, terutama dalam regenerasi atlet.
“Kami minta mulai sekarang fokus menyiapkan atlet usia dini. Kalau tidak ada regenerasi, kita akan tertinggal dari kabupaten lain,” tegasnya.
Made Sutama juga memberi penekanan khusus terkait target Porprov Bali 2027. Ia meminta atlet yang dikirim benar-benar atlet berprestasi dan siap bersaing merebut medali emas.
“Porprov bukan ajang uji coba. Yang dikirim harus atlet yang siap bertanding dan meraih emas,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan Indonesia Cycling Federation Provinsi Bali, Rani Pratama, menyebut keberhasilan ICF Badung menjadi juara umum Porprov Bali 2025 merupakan bukti suksesnya sistem pembinaan yang dibangun selama ini.
Menurutnya, tantangan pengurus baru tidak ringan karena harus mampu mempertahankan dominasi tersebut pada Porprov Bali 2027 mendatang.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan hasil Munas PB ISSI Tahun 2025 yang menetapkan transformasi organisasi dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menjadi Indonesia Cycling Federation (ICF), termasuk perubahan AD/ART organisasi.
“Pengurus ICF Badung periode 2026-2030 diharapkan segera menyesuaikan administrasi organisasi kepada KONI Badung terkait transformasi ISSI menjadi ICF,” katanya.
Ketua terpilih, Ketut Gede Arta, menegaskan pihaknya akan melanjutkan program pembinaan atlet berbasis prestasi dan sport science yang telah berjalan selama periode sebelumnya.
Menurutnya, balap sepeda merupakan olahraga prestasi yang membutuhkan pembinaan jangka panjang, program latihan terukur, serta dukungan teknologi dan peralatan modern.
“Atlet balap sepeda tidak bisa dibentuk dalam hitungan bulan. Dibutuhkan latihan kontinu setiap hari dengan metode terukur agar mampu bersaing di level nasional,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan tingginya kebutuhan fasilitas dan peralatan dalam olahraga balap sepeda, termasuk sepeda kompetisi yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Selain mengejar prestasi, pihaknya ingin menjadikan olahraga sepeda sebagai sarana membentuk generasi muda Badung yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang sehat dan berprestasi melalui olahraga balap sepeda,” pungkasnya. BWN-05
































