BRI Akuisisi Pegadaian Ini Kata Faisal Basri

Iklan Home Page

Jakarta, baliwakenews.com

Ingin masuk dalam jajaran fortune Global 500, BRI mengakuisisi Pegadaian dan PNM. Hal tersebut disampaikan Ekonom senior Faisal Basri, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu 3 Maret 2021, sembari mengatakan rencana pembentukan Holding Ultra Mikro, tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan rakyat.

“Itu tidak ada hubungannya dengan peningkatan kesehjateraan rakyat. Sebelumnya juga BRI ingin mengambilalih Danareksa, Bank Century, dan Bank Bukopin,” ungkap Faisal.

Dia menuturkan, tidak ada hubungan langsung antara tata kelola perbankan yang baik dengan rencana merger. Buktinya, BRI pernah memberikan kredit kepada kalangan konglomerat.

Baca Juga:  Mulai 1 April 2022 Penyesuaian Tarif PPN 11% Diberlakukan

Lebih lanjut dikatakan, alasan pemerintah terkait Holding Ultra Mikro yang dapat memperkuat sektor UMKM tidak tepat. Menurutnya, seharusnya pemerintah melakukan konsolidasi di sektor keuangan dengan memperkuat sektor perbankan.

“Namun pemerintah justru terkesan enggan melakukan konsolidasi bank-bank miliknya,” tukasnya.

Faisal menilai pemerintah telah gagal mengkonsolidasikan perbankan. Sejauh ini perbankan hanya mampu menyalurkan kredit tidak sampai 50 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih kecil dibanding dengan negara-negara lain di Asia.

“Tanpa adanya akuisisi, Pegadaian pun bisa bersinergi dengan BUMN lainnya,” ucap Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan 144 Pemungut PPN PMSE, Setorkan RP. 11,7 TRILIUN ke Kas Negara

Sebab jika proses merger ini terjadi, maka akan berdampak terhadap pegawai Pegadaian yang cenderung menjadi ‘anak tiri’. “Karena perusahaan besarlah yang akan memegang kendali. Aksi ini juga tidak serta merta bisa menyehatkan BUMN. Akuisisi ini juga akan berdampak pada akses layanan kepada nasabah, khususnya Pegadaian,” katanya.

Faisal menilai holdingnisasi akan lebih cocok mengarah pada klaster keuangan bukan klaster UMKM. Jika ingin membesarkan UMKM, lanjut dia, bukan dengan cara holding, tapi yang paling penting adalah apa bentuk yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk menggabung ketiganya.

Baca Juga:  Gadepreneur 2024, Melalui Program Mentoring Intensif UMKM Dipastikan Naik Kelas

Selain itu, jika Pegadaian menerbitkan obligasi atau surat utang ratingnya Triple AAA, artinya obligasi milik Pegadaian lebih murah dari pada pinjaman BRI. “Bahkan jika Pegadaian go global bonds, yang menunjukan Pegadaian tidak punya masalah modal kerja,” pungkas Faisal.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR