Mangupura, baliwakenews.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan bahwa tiga hari ke depan merupakan fase yang perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruang serta pelaku usaha pariwisata dan transportasi.
Prakirawan BMKG, Maria Octorina, menjelaskan sejumlah fenomena atmosfer berskala global dan regional sedang aktif secara bersamaan. Di antaranya Madden Julian Oscillation (MJO) fase maritim, gelombang Rossby, dan daerah konvergensi, yang memicu pembentukan awan hujan secara cepat dan intensif.
“Udara di wilayah Indonesia, khususnya Bali, saat ini berada dalam kondisi sangat lembap dan mendukung pertumbuhan awan hujan masif,” ujar Maria.
Bukan hanya hujan deras, cuaca ekstrem juga berpotensi menimbulkan genangan, jalan licin, pohon tumbang akibat angin kencang, hingga gangguan aktivitas penerbangan dan wisata laut.
BMKG mengingatkan nelayan, operator fast boat, dan pelaku wisata bahari agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat tinggi gelombang laut dapat mencapai 2 meter bahkan lebih di perairan Selat Badung, Selat Lombok, Selat Bali bagian selatan, serta perairan utara dan selatan Bali.
BMKG meminta masyarakat untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala dan menghindari area rawan risiko ketika intensitas hujan mulai meningkat. Periode ini disebut sebagai masa puncak transisi menuju musim hujan yang kerap ditandai cuaca agresif dan cepat berubah. BWN-04

































