BMKG Ingatkan Cuaca Bali Masih Tak Menentu, Kemarau Belum Stabil, Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter Ancam Aktivitas Warga

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Meski kalender telah memasuki musim kemarau, kondisi cuaca di Bali ternyata masih jauh dari kata stabil. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena hujan lebat, petir, angin kencang, hingga gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Pulau Dewata dalam beberapa hari ke depan.


Fenomena ini menunjukkan bahwa musim kemarau di Bali belum sepenuhnya kering. Tingginya kelembaban udara dan dinamika atmosfer lokal masih mendukung terbentuknya awan hujan, terutama pada siang hingga sore hari. Prakirawan BMKG Wilayah III, Maria Octorina, menjelaskan cuaca Bali saat ini masih didominasi kondisi berawan dengan peluang hujan yang cukup tinggi.


“Masih adanya kelembaban udara yang cukup tinggi dan dinamika atmosfer lokal mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Selain itu, pemanasan siang hari serta kondisi kemarau yang belum sepenuhnya kering juga menjadi faktor penyebab hujan masih terjadi di Bali,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:  Tinjau Posko Gotong Royong Satgas Covid-19 Di Wilayah Kecamatan Mengwi


BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Bali. Berdasarkan peringatan dini yang dirilis Kamis (25/6), hujan diperkirakan mulai muncul di kawasan Selemadeg, Tabanan, kemudian meluas ke wilayah Jembrana, Tabanan, Petang di Badung, Payangan di Gianyar, hingga sejumlah kecamatan di Kabupaten Buleleng seperti Gerokgak, Seririt, dan Busungbiu.


Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 19.00 WITA. Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan khusus bagi masyarakat pesisir, nelayan, operator transportasi laut, serta pelaku wisata bahari terkait potensi gelombang tinggi di perairan Bali.
Untuk periode 26-29 Juni 2026, tinggi gelombang di perairan utara Bali diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,25 meter. Namun di wilayah perairan selatan Bali, gelombang diprediksi jauh lebih tinggi, yakni mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa kunjungi  pelaksanaan GPM di Gor Dalung Mengwi


Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan dan Perairan Selatan Pulau Bali, sementara gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Selat Bali bagian selatan dan Selat Badung. Menurut BMKG, kondisi ini dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal ferry yang beroperasi di wilayah perairan selatan Bali.


Di tengah cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Meski hujan masih kerap turun, paparan sinar ultraviolet pada siang hari tetap perlu diwaspadai sehingga penggunaan tabir surya dianjurkan.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Tinjau Lokasi Ogoh-ogoh Terbakar


Sementara itu, sektor pertanian juga mulai diminta bersiap menghadapi kemarau yang diperkirakan akan semakin terasa dalam beberapa waktu mendatang. Salah satu langkah antisipasi yang disarankan adalah menyiapkan cadangan atau penampungan air untuk kebutuhan lahan pertanian.


BMKG mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun kondisi laut yang berbahaya.


Dengan situasi cuaca yang masih berubah-ubah, warga Bali tampaknya harus siap menghadapi dua musim sekaligus. Saat matahari bersinar terik pada siang hari, hujan lebat dan angin kencang masih bisa datang sewaktu-waktu, terutama pada sore hingga malam hari. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR