baliwakenews.com – “Enggak manusia, enggak katak, sama sama maunya yang cakep”. Kalimat ini nampaknya berlaku bagi semua mahluk hidup terutama berjenis kelamin betina.
Dalam dunia hewan, strategi kawin bisa sangat bervariasi, mulai dari tarian memikat hingga pertarungan sengit antar pejantan. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa katak betina memiliki cara unik untuk menghindari pejantan yang dianggap tidak menarik. Yaitu dengan berpura-pura mati.
Fenomena ini ditemukan pada beberapa spesies katak, di mana betina sengaja “membeku” atau berpura-pura mati ketika didekati oleh pejantan yang tidak mereka sukai. Hal ini dilakukan untuk menghindari kawin paksa dalam situasi di mana banyak pejantan bersaing untuk mendapatkan satu betina.
Menurut para peneliti, persaingan di antara katak jantan bisa sangat agresif, bahkan berujung pada bahaya bagi betina. Oleh karena itu, berpura-pura mati menjadi strategi bertahan hidup yang efektif. Dengan bersikap pasif atau menunjukkan tanda-tanda tidak responsif, katak betina berharap si jantan kehilangan minat dan mencari pasangan lain.
“Ini adalah bentuk seleksi alami yang menarik. Betina tidak hanya memilih pasangan berdasarkan kekuatan atau dominasi, tetapi juga menggunakan strategi cerdas untuk menghindari pasangan yang tidak diinginkan,” ujar seorang peneliti dari studi tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam dunia hewan, preferensi terhadap pasangan yang menarik bukan hanya milik manusia. Baik manusia maupun katak sama-sama memiliki standar dalam memilih pasangan, dan dalam kasus katak betina, mereka bahkan bersedia “berpura-pura meninggal” demi menghindari yang tidak sesuai dengan selera mereka. BWN-01





























