Berenang di Pantai Biaung, Dua Pria Sumba Nyaris Tewas

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Nekat berenang saat ombak besar, Petrus Umbu Ribaka (31) dan Umbu Maraba Awang alias Dimas (23) terseret arus. Kedua pria asal Sumba, NTT itu, berenang di Pantai Biaung, Kesiman, Denpasar Timur, pada Senin (25/10) sekitar pukul 17.45.

Informasi dihimpun, awalnya Ribaka mengajak istri serta anak-anaknya ke pantai. Sedangkan Dimas juga ke pantai bersama pacarnya. “Ribaka dan Dimas lantas berenang, meski saat itu ombak dalam keadaan besar,” beber sumber petugas.

Baca Juga:  BALIGIVATION 2025, Langkah Nyata Menuju Bali Pulau Digital Yang Inklusif

Tiba-tiba datang ombak besar kemudian menggulung tubuh keduanya. Keduanya tidak bisa melawan arus pantai dan hanya pasrah saat tubuhnya ditarik ombak. “Keduanya terseret arus hingga 100 meter ke dalam,” ujarnya.

Beruntung peristiwa itu diketahui oleh istri salah satu korban. Dia lantas meminta pertolongan. Selanjutnya, petugas Balawista Kota Denpasar yang berjaga di Pos Matahari Terbit, Sanur segera mendatangi TKP. Warga sekitar yang menjadi nelayan pun turut berenang ke tengah menggunakan ban untuk menolong. Hingga Dimas berhasil didapatkan oleh nelayan tersebut. Tetapi lantaran arus yang sangat kuat, mereka susah keluar menuju pantai. “Salah satu yang terseret arus (Dimas) kami evakuasi dengan perahu ke tengah laut,” kata Kepala Balawista Denpasar, I Wayan Sudiana.

Baca Juga:  Simakrama PHDI dengan BKS dan LP LPD Bali, Sepakat Law Enforcement Untuk Asset Recovery  

Keduanya lantas dilarikan ke RSUP Sanglah lantaran pingsan. Dan Sudiana menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berwisata di pantai karena belakangan arus kencang. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR