Jakarta, baliwakenews.com
Situasi politik di Jerman tengah memasuki masa ketidakpastian setelah koalisi tiga partai di negara tersebut resmi kolaps. Kondisi ini mendorong partai-partai oposisi serta sejumlah pengusaha untuk mendesak pelaksanaan pemilu lebih awal demi stabilitas pemerintahan.
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat baru-baru ini ditengarai menjadi salah satu faktor yang memanaskan perdebatan anggaran dan memicu tekanan terhadap ekonomi Jerman. Kekosongan kepemimpinan di tengah upaya Uni Eropa menyikapi kembalinya Trump sebagai presiden AS, dianggap berdampak pada pelemahan ekonomi di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut.
Memuncaknya konflik dalam koalisi pemerintah pada Rabu, 6 November 2024, membuat kubu oposisi segera bersiap mengajukan mosi kepercayaan di parlemen yang rencananya akan dilakukan pada Januari. Jika mosi ini gagal, pemilu kemungkinan akan digelar pada Maret, lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Friedrich Merz, Ketua Partai Konservatif yang kini memimpin survei nasional, menegaskan pentingnya mosi kepercayaan tersebut dan meminta agar prosesnya diselesaikan “paling lambat awal pekan depan.”
“Kita tidak bisa membiarkan pemerintahan berjalan tanpa mayoritas selama berbulan-bulan, yang kemudian akan diikuti oleh kampanye pemilu panjang dan negosiasi koalisi berlarut-larut,” ujar Merz seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 8 November 2024. BWN-01
































