Denpasar, baliwakenews.com
Diusianya yang menginjak remaja, Ni Komang Sri Agustini (16) tidak bisa lepas dari pangkuan ibu dan ayahnya. Gadis asal lingkungan Banjar Tulangampian, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara ini, menderita cacat fisik sejak lahir.
Sang ayah Ketut Suardika yang bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya Ni Wayan Werti seorang pedagang sayur di pasar tidak mampu membelikan alat bantu jalan yakni kursi roda untuk anaknya. Dan Ni Komang Sri Agustini hanya tinggal di rumah dan jika ingin ke luar hanya bisa di gendong orang tuanya.
Menurut sang ayah, karena tidak cukup uang dia tidak mampu membelikan Ni Komang Sri Agustini kuris roda. “Dulu ada yang memberikan bantuan berupa kursi roda untuk anak saya. Tapi sekarang sudah rusak. Jadi tidak lagi bisa dipakai. Jika ingin jalan-jalan keluar, saya dan ibunya biasanya menggendongnya,” kata Ketut Suardika, Senin (11/10).
Setelah lama tidak memiliki kursi roda, Ketut Suardika dan istrinya akhirnya mengaku senang, karena mendapatkan bantuan kursi roda dari Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas. “Terimakasih kepada bapak Kapolresta Denpasar atas bantuannya kepada anak saya,” ucapnya.
Sementara itu, Kombes Bambang mengatakan, pemberian kursi roda untuk Ni Komang Sri Agustini merupakan bentuk kepedulian Polresta Denpasar kepada anak penyandang disabilitas. “Selain kursi roda, sebelumnya kami memberikan bantuan berupa sembako. Saya harap ini bisa bermanfaat untuk Ni Komang Sri Agustini dan setelah ini bisa diajak jalan-jalan biar tidak di rumah terus,” tegasnya. BWN-01





























