Mangupura, baliwakenews.com
Satpol PP BKO Kecamatan Kuta menunjukkan bahwa tugas aparat tidak hanya sebatas penegakan peraturan, tetapi juga menghadirkan kepedulian kemanusiaan. Hal itu terlihat saat petugas bergerak cepat menolong seorang warga negara asing (WNA) lanjut usia asal Iran yang ditemukan dalam kondisi sakit di sebuah homestay di Jalan Poppies I, Kuta.
Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi pria berinisial MM (82) ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) agar segera mendapatkan penanganan medis.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kecamatan Kuta, I Wayan Suantara, menjelaskan, penanganan bermula dari laporan pengelola homestay yang khawatir melihat kondisi kesehatan tamunya. Laporan diterima pada Senin (13/7/2026), kemudian petugas langsung mendatangi lokasi.
“Hasil pengecekan menunjukkan laporan tersebut benar. Yang bersangkutan memang dalam kondisi sakit sehingga perlu mendapat penanganan,” ujar Suantara, Rabu (15/7/2026).
Dari hasil pendataan, MM diketahui telah berada di Bali sekitar satu setengah tahun dan berpindah-pindah tempat tinggal. Pria yang tidak dapat berbahasa Inggris tersebut tinggal seorang diri. Melalui aplikasi penerjemah, ia menyampaikan memiliki seorang anak yang menetap di Jerman.
Petugas juga memperoleh informasi bahwa MM datang ke homestay menggunakan jasa ojek online tanpa memiliki biaya. Seorang wisatawan asal Jerman kemudian membantu membayarkan biaya penginapan selama dua hari. Setelah masa menginap berakhir, pengelola homestay memilih melaporkan kondisinya kepada Satpol PP karena khawatir dengan kesehatannya.
Saat dievakuasi, MM masih dapat berjalan, namun menggunakan kateter urine yang menurut pengakuannya telah terpasang selama sekitar tiga bulan. Ia juga mengaku seharusnya menjalani operasi, tetapi belum dapat dilakukan karena terkendala biaya.
Satpol PP turut menawarkan bantuan untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Iran terkait kemungkinan pemulangan. Namun MM menyatakan tidak ingin kembali ke negaranya karena khawatir dengan situasi konflik yang sedang terjadi di Iran dan memilih tetap berada di Indonesia.
Melihat kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan segera, Satpol PP kemudian berkoordinasi dengan pimpinan sebelum membawa MM ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk mendapatkan perawatan.
“Kami sudah menyerahkan yang bersangkutan kepada tenaga medis di RS Sanglah. Penanganan ini murni didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan. Yang bersangkutan bukan diamankan karena melakukan pelanggaran ketertiban umum ataupun membuat keresahan di masyarakat,” tegas Suantara. BWN-04

































