Nusa Dua, baliwakenews.com
Seorang pengendara sepeda motor bernama Ketut Jaruta (39) dilarikan ke rumah sakit usai ditabrak oleh pelaku balap liar. Jaruta saat kejadian sedang melintas di Jalan Pratama Raya, Lapangan Lagoon, Nusa Dua, pada Rabu 10 Mei 2023 malam.
Informasi dihimpun, aksi balap liar di TKP sering dilakukan oleh sekolompok remaja usia belasan tahun saat malam hari. Tak hanya di Jalan Pratama Raya, lokasi balap liar juga dilaporkan sering digelar di Jalan Bypass Ngurah Rai tepatnya depan bekas Tragia, Nusa Dua.
Aksi balap liar itu juga membuat masyarakat resah karena membahayakan dan mengganggu ketertiban, serta kenyamanan.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Kuta Selatan Kompol Nyoman Karang Adi Putra yang dikonfirmasi pada Jumat (12/5), membenarkan adanya kejadian ini. Dijelaskannya, kecelakaan itu bermula ketika korban hendak pulang bersama dua orang Ketut Runa dan Ni Kadek Sukartiani, sekitar pukul 21.30. “Korban dan dua orang saksi baru kembali dari mencari udang di Pantai Tengkulung, Tanjung Benoa,” ujar Karang.
Ketika dalam perjalanan pulang, korban melewati Jalan Pratama yang mengarah depan Lapangan Lagoon. Namun, pria asal Desa Adat Bualu, Benoa itu melihat anak-anak remaja kurang lebih berjumlah delapan orang yang sedang menonton trek-trekan.
Sementara itu, ada dua orang yang berada di atas motor sedang melakukan start balapan. Kemudian, Jaruta bersama rekannya hendak mendahului para pembalap yang sedang start itu. Ternyata, para pembalap juga menancap gasnya dan seketika menabrak korban dari belakang. Alhasil, Jaruta terpelanting ke kiri dan terguling-guling.
Akibatnya, korban menderita luka-luka pada bahu kiri, lengan kiri bawah, kaki kiri, lutut, tangan kanan bawah, pelipis, kaki kanan bawah, dan bibir atas. Selanjutnya, orang yang menabrak diketahui merupakan siswa SMP di Nusa Dua berinisial G (15) membantu membawa Jaruta ke UGD RS Surya Husada bersama kedua saksi. “Korban dapat ditangani oleh dokter dan para saksi menghubungi keluarga korban,” tambahnya.
Menanggapi masalah maraknya trek-trekan ini, Karang mengaku sudah melakukan upaya preventif dengan melaksanakan razia dan patroli pada malam hari. “Mereka memang membandel. Dan kerap kucing-kucingan dengan petugas,” tandasnya. BWN-01




























