Mangupura, baliwakenews.com
Pandemi Covid-19, tidak saja membuyarkan sejumlah program kebangkitan ekonomi di tahun 2020. Kegoncangan ekonomi tersebut juga berdampak pada pembangunan perumaha bersubsidi pemerintah. Hal ini juga diakui Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Bali, I Gede Suardita, Selasa (22/12).
Menurut Suardita, pandemic covid-19 ini benar-benar merubah sejumlah program serta pembangunan rumah bersubsidi yang ada di Bali. “Tahun 2020 ini sebenarnya target kita membangun rumah subsidi sebanyak 3000 unit, namun pandemi covid-19 melanda jadi banyak masyarakat enggan untuk membeli rumah karena pihak bank sangat selektif mengeluarkan pinjama. Kini kita baru bisa terealisasi 1500 unit saja,”terangnya.
Pemilik Bumi Cempaka Asri Estate ini juga mengatakan, ditahun 2021 semoga perekonomian semakin baik dan REI Bali sudah targenkan membangun 5000 unit rumah bersubsidi dengan harga berkisar 167 juta-an per unit. “Ada sejumlah kawasan yang dibangun rumah subsidi ini yakni di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan, kabupaten Jembarana dan Kabupaten Klungkung. Proyeksi di tahun 2021 kita harapkan lebih baik dari tahun 2020 ini. Dan property tahun 2021 bisa bangkit kembali karena sejumlah isu postif yakni vaksin sudah diimpor dari luar negeri oleh pemerintah . Selain itu bandara internasional juga segera dibuka sehingga perekonomian Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata,”papar Suardita.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, Properti merupakan kebutuhan pokok dari tiga kebutuhan yang mesti dimiliki masyarakat. Selain itu dimata masyarakat luar memiliki property di Bali merupakan hal yang special yang harus mereka miliki, karena Bali merupakan destinasi wisata dunia. “ Yang ramai untuk membeli rumah subsidi adalah di kabupaten Tabanan dan kabupaten Buleleng. Kita juga berharap dari REI Bali harga rumah Subsidi bisa ditingkatkan karena saat ini baru harnganya 167-an juta. Kita berharap bisa naik di tahun 2021 seharga 180-an juta,”terangnya.BWN-05

































