Gianyar, Baliwakenews.com
Duka mendalam menyelimuti masyarakat Bali atas berpulangnya tokoh penting Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Bharata. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta hadir melayat ke Puri Agung Gianyar, Sabtu (7/3/2026), bertepatan dengan prosesi upacara pelebon almarhum.
Kehadiran pimpinan Kabupaten Badung tersebut bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok pemimpin yang pernah menorehkan pengabdian besar bagi masyarakat Gianyar dan Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa dan Alit Sucipta turut mendampingi putra kedua Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, yakni Muhammad Prananda Prabowo, untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga besar Puri Agung Gianyar.
Almarhum Anak Agung Gede Bharata dikenal sebagai tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Gianyar selama dua periode, yakni 2003–2008 dan 2013–2018. Semasa kepemimpinannya, ia dikenal memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai budaya Bali sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Gianyar.
“Kami hadir untuk menyampaikan duka cita yang tulus. Beliau adalah tokoh yang telah banyak berjasa bagi masyarakat Gianyar. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati Badung juga menyaksikan langsung prosesi pelebon almarhum di lingkungan Puri Agung Gianyar serta ikut mendoakan agar perjalanan suci almarhum berjalan lancar.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Ketua WHDI Badung Yunita Alit Sucipta, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Prosesi pelebon ini menjadi momen penghormatan terakhir bagi seorang pemimpin yang telah menorehkan jejak pengabdian panjang bagi Gianyar dan Bali. Kehadirannya dalam ingatan masyarakat diharapkan tetap hidup melalui nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian yang telah ia wariskan. BWN-05

































