Mandalika, Baliwakenews.com — Pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mulai memasuki tahap akhir. Sebanyak 2.678 personel akan dikerahkan dalam Operasi Mandalika-Rinjani yang berlangsung 5–16 Oktober 2026 untuk mengamankan gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Lombok Tengah.
Kesiapan pengamanan tersebut diuji melalui Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi Operasi Mandalika Rinjani-2026 yang digelar ITDC bersama Polda NTB dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (28/9).
Simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, koordinasi lintas instansi, hingga pola respons menghadapi berbagai kemungkinan selama berlangsungnya event internasional tersebut.
Sebanyak 908 personel Polri terlibat dalam simulasi. Selain itu, sebanyak 51 kendaraan dan peralatan pendukung, termasuk kendaraan operasional pengamanan dan ambulans, turut dikerahkan.
Sejumlah skenario juga diperagakan, mulai dari kondisi normal, kepadatan massa, gangguan keamanan dan ketertiban, kondisi darurat, proses evakuasi, hingga penanganan situasi kontinjensi di kawasan penyelenggaraan MotoGP.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan The Mandalika menghadapi tingginya mobilitas pengunjung selama event berlangsung.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan event berskala internasional yang membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek penyelenggaraan balapan, tetapi juga keamanan, keselamatan, mobilitas, dan pelayanan kepada pengunjung. Simulasi ini menjadi bagian penting dari finalisasi kesiapan tersebut agar seluruh rangkaian event dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjalankan pola yang telah disusun dalam Operasi Mandalika Rinjani-2026.
Menurutnya, pengamanan MotoGP bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan TNI, pemerintah daerah, stakeholder terkait, hingga masyarakat.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan kejuaraan internasional, sehingga keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, baik Polri, TNI, Pemda, stakeholder terkait, maupun masyarakat,” ujarnya.
Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 dilakukan dalam tiga tahapan operasi. Tahap pertama, Ops Kresna Mandalika pada 19–27 September 2026 melibatkan 200 personel. Kemudian Ops Cipta Mandalika pada 28 September–4 Oktober 2026 dengan 500 personel.
Puncaknya, Ops Mandalika-Rinjani pada 5–16 Oktober 2026 melibatkan 2.678 personel.
Dengan jadwal tersebut, pengamanan telah disiapkan sejak sebelum rangkaian utama MotoGP berlangsung hingga setelah event berakhir pada 11 Oktober 2026.
Simulasi Senin (28/9) merupakan bagian dari tahapan finalisasi. Sebelumnya, peninjauan lokasi dilakukan pada Sabtu (26/9), dilanjutkan gladi kotor dan gladi bersih pada Minggu (27/9).
ITDC bersama seluruh stakeholder kini terus memperkuat koordinasi dan kesiapan kawasan. Pengamanan tidak hanya diarahkan untuk memastikan balapan berjalan lancar, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pembalap, kru, penonton, media, wisatawan, dan seluruh pihak yang berada di kawasan The Mandalika. BWN-04
































