Singaraja, Baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar aksi bersih-bersih lingkungan secara masif dan serentak di kawasan perkotaan Singaraja, Jumat (4/9/2026). Tak sekadar memungut sampah, gerakan ini juga menitikberatkan pada pemilahan sampah langsung dari sumbernya.
Aksi gotong royong tersebut digelar dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 sekaligus memperkuat Gerakan Buleleng Bersih Sampah secara berkelanjutan.
Ribuan personel dari berbagai unsur diterjunkan dan dibagi ke dalam enam zonasi serta sejumlah kawasan binaan organisasi perangkat daerah (OPD). Aksi yang dimulai pukul 07.00 WITA ini menyasar kawasan permukiman dan daerah padat penduduk di sejumlah titik di Kota Singaraja.
Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Kampung Singaraja, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Baru, Kampung Anyar, Kaliuntu hingga Banyuning.
Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng Nomor B.400.14.1.1/2551/SEKRE-DLH/IX/2026 serta Surat Bupati Buleleng Nomor B.400.14.1.1/537/DLH/II/2026.
Atas izin Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Buleleng, Made Adiana, mengatakan pembagian zonasi dilakukan agar penanganan sampah di lapangan berjalan lebih optimal dan terkoordinasi.
Setiap OPD menugaskan personelnya sebagai koordinator di wilayah binaan masing-masing. Gerakan ini juga melibatkan jajaran Forkopimda, TNI/Polri, BUMD, pemerintah kelurahan, pelajar hingga masyarakat.
“Aksi gotong royong hari ini difokuskan pada pemilahan sampah dari sumbernya, terutama sampah plastik atau anorganik. Namun demikian, sampah organik yang ditemukan di lapangan tetap kita kumpulkan dan angkut untuk dikelola secara terpisah,” ujar Adiana saat ditemui di titik kumpul Sasana Budaya.
Menurutnya, sampah hasil aksi pembersihan tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyiapkan skema pengelolaan berdasarkan jenis sampah yang dikumpulkan.
Sampah organik akan dialokasikan ke Rumah Pengolahan Sampah Organik Jaga Raga. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis disalurkan ke Bank Sampah Induk (BSI) Buleleng untuk didaur ulang.
Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan langsung diangkut menuju TPA.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Buleleng mendorong perubahan pola penanganan sampah, dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi memilah serta mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Gerakan bersih-bersih ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam memperingati World Cleanup Day. Pemkab Buleleng menargetkan aksi serupa terus digelar secara rutin setiap Jumat dan menjangkau seluruh wilayah di Buleleng.
Selain aksi besar di kawasan perkotaan Singaraja, satuan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK, desa, kelurahan serta masyarakat juga melakukan pembersihan mandiri di lingkungan masing-masing.
“Rangkaian kegiatan gotong royong ini dilaksanakan setiap Jumat dan akan mencapai puncaknya pada Minggu, 20 September 2026 mendatang. Melalui momentum World Cleanup Day, kami berharap semangat menjaga kebersihan dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Buleleng yang bersih dan lestari,” pungkas Adiana. BWN-03

































