Denpasar, Baliwakenews.com
Sebanyak 525 pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah di Bali mengikuti program Pajak Bertutur Tahun 2026 yang digelar serentak oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali bersama seluruh unit kerjanya.
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan yang berlangsung pada 3 September 2026 ini menjadi upaya DJP menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada generasi muda.
Ratusan peserta tersebut berasal dari 10 sekolah di sejumlah kabupaten dan kota di Bali, yakni SDN 1 Benoa Badung, SDN 6 Kesiman Denpasar, SMP Nasional Denpasar, SMP Negeri 4 Melaya Jembrana, SMA Negeri 1 Baturiti Tabanan, SMA Negeri 1 Kuta Utara Badung, SMA Negeri 5 Denpasar, SMK PGRI 4 Denpasar, SMK Negeri 1 Seririt Buleleng, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali tingkat SMP.
Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, mengatakan SMP Nasional Denpasar dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Pajak Bertutur karena sekolah tersebut menjadi bagian dari perluasan Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan hingga jenjang SMP pada 2026.
“SMP Nasional Denpasar merupakan salah satu dari enam SMP di Provinsi Bali yang terpilih sebagai sekolah piloting dalam pelaksanaan Program Inklusi Kesadaran Pajak pada jenjang Sekolah Menengah Pertama,” ujar Darmawan.
Menurutnya, Pajak Bertutur bukan sekadar menjadi ajang memperkenalkan konsep perpajakan kepada pelajar. Kegiatan ini juga dirancang untuk membuka ruang dialog dengan generasi muda mengenai bagaimana mereka memandang pajak dan pembangunan.
Darmawan menekankan, tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” memiliki hubungan erat dengan cita-cita besar generasi muda dan masa depan Indonesia.
Setiap anak, kata dia, memiliki impian untuk menjadi dokter, guru, atlet, pengusaha, seniman, maupun profesi lainnya. Namun, mewujudkan cita-cita membutuhkan semangat, kerja keras, dan energi.
Hal serupa juga berlaku bagi Indonesia yang memiliki berbagai cita-cita besar, mulai dari menghadirkan pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang mudah diakses, fasilitas umum yang memadai, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan energi untuk terus bergerak dan membangun. Salah satu energi penting yang mendukung pembangunan tersebut adalah pajak,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai peran pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Materi disampaikan oleh Penyuluh Pajak Kanwil DJP Bali, Ni Putu Ariasih dan Mohamad Arif Prasaja, dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami para pelajar.
Ariasih memperkenalkan konsep APBN melalui perumpamaan dompet yang digunakan untuk mengatur uang.
“Pemerintah juga memiliki dompet yang digunakan untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran negara. Dompet tersebut disebut APBN,” jelasnya.
Sementara itu, Arif menjelaskan bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang kemudian digunakan kembali untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Salah satu sektor yang menjadi prioritas dalam APBN adalah pendidikan. Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun atau 20 persen dari APBN 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program, mulai dari Program Indonesia Pintar bagi 21 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar bagi 1,2 juta mahasiswa, tunjangan profesi guru, Bantuan Operasional Sekolah, beasiswa LPDP, pendanaan riset, hingga program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan kepada 82,9 juta penerima.
Melalui Pajak Bertutur, DJP Bali ingin membangun pemahaman bahwa kesadaran pajak tidak harus menunggu seseorang menjadi wajib pajak.
Generasi muda dapat mulai berkontribusi sesuai perannya, antara lain dengan belajar sungguh-sungguh, memahami manfaat pajak bagi pembangunan, hingga membagikan pengetahuan tersebut kepada teman dan keluarga.
Pemahaman tentang pajak sejak dini diharapkan tidak hanya menambah wawasan pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter sebagai warga negara yang peduli terhadap pembangunan dan memiliki rasa tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. BWN-03

































