Tabanan, baliwakenews.com
Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat membuat Pemkab Tabanan memperkuat upaya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah sumber pendapatan yang selama ini belum maksimal digarap akan dikebut diantaranya yakni membidik piutang PBB dan BPHTB serta membuka ruang investasi. Sementara kegiatan keramaian serta seremonial akan mulai dikurangi.
Hal itu diterangkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya usai rapat paripurna DPRD Tabanan, Jumat 14 Agustus 2026. Menurutnya, kegiatan yang belum menjadi prioritas dapat kembali dilaksanakan ketika kondisi fiskal membaik. Saat ini, pemerintah daerah lebih diarahkan mengutamakan program yang produktif dan memberikan dampak terhadap masyarakat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Sanjaya bersama Wakil Bupati, Sekda dan jajaran Pemkab Tabanan mengoptimalkan sejumlah sumber pendapatan. Selain penagihan piutang pajak, peluang pendapatan dari wilayah yang belum tergarap juga akan dipetakan.
Pemkab juga mendorong investasi yang sesuai dengan kebijakan dan regulasi. Potensi investasi dinilai cukup besar, termasuk sektor pariwisata yang dapat menggerakkan usaha masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
“Potensinya banyak sebenarnya. Ada potensi investasi, lapangan pekerjaan dan beberapa daerah yang masih bisa dikembangkan sebagai objek wisata,” ujar Sanjaya.
Sanjaya menambahkan, pengembangan potensi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi sekaligus meningkatkan PAD Tabanan.
Sementara menyangkut penurunan anggaran belanja sekitar 30 persen untuk P3K, Sanjaya menyebut masih ada peluang melakukan penyesuaian. Berdasarkan koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hingga November masih tersedia ruang untuk mengoptimalkan pendapatan dan melakukan harmonisasi anggaran.
“Masih ada ruang beberapa bulan. Kalau pendapatan bisa dioptimalkan, masih bisa dilakukan harmonisasi lagi,” tutup Sanjaya. BWN-06

































