Mangupura, baliwakenews.com
Gelombang tinggi yang masih terjadi di sejumlah pantai Kabupaten Badung kembali menjadi peringatan bagi wisatawan agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut. Di tengah kondisi cuaca yang belum bersahabat, petugas Lifeguard Badung terus mengintensifkan patroli dan edukasi. Namun, masih banyak pengunjung yang nekat mengabaikan bendera peringatan, bahkan ada yang bersikap agresif terhadap petugas.
Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan (Lifeguard) Kuta, I Wayan Somer, mengatakan keselamatan wisatawan merupakan prioritas utama. Setiap hari personel berpatroli menyisir kawasan pantai untuk mengingatkan pengunjung agar tidak berenang di lokasi yang memiliki arus kuat dan gelombang tinggi.
Meski sudah diingatkan secara langsung, masih ditemukan wisatawan yang tetap memaksa masuk ke area berbahaya. Bahkan, petugas pernah menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas. “Di kawasan Pererenan pernah ada anggota kami yang dipukul hanya karena mengingatkan pengunjung agar tidak berenang di lokasi dengan arus yang sangat kuat. Jika kejadian seperti itu terulang tentu akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Somer.
Menurutnya, Lifeguard telah memasang berbagai tanda peringatan di setiap pantai yang dijaga. Bendera merah menandakan kawasan tersebut tertutup untuk berenang maupun bermain air karena sangat berbahaya. Sementara bendera merah-kuning menunjukkan area yang masih aman digunakan dengan tetap mengikuti arahan petugas.
Sayangnya, masih banyak wisatawan yang belum memahami makna bendera keselamatan tersebut atau sengaja mengabaikannya. Kondisi itu dinilai sangat berisiko memicu kecelakaan laut, terutama saat gelombang tinggi sedang terjadi.
Untuk menekan angka kecelakaan, Lifeguard Badung berencana memperluas edukasi keselamatan pantai melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat umum. Diharapkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan di pantai dapat tumbuh sejak dini.
“Lifeguard berharap seluruh wisatawan mematuhi arahan petugas dan rambu-rambu yang telah dipasang. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi kunci utama mencegah kecelakaan laut,” ujarnya.
Di sisi lain, upaya maksimal petugas masih terkendala keterbatasan personel. Somer mengungkapkan jumlah anggota yang ada belum sebanding dengan panjang garis pantai yang harus diawasi. Pihaknya masih menunggu realisasi usulan penambahan sekitar 58 personel untuk memperkuat layanan penyelamatan.
Meski demikian, semangat para lifeguard tidak pernah surut. Mereka tetap rutin mengikuti berbagai pelatihan, bahkan sebagian dilaksanakan secara swadaya, demi meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat di laut.
“Saya bangga melihat semangat anggota. Walaupun fasilitas terbatas, mereka tetap antusias berlatih agar kemampuan penyelamatan terus meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Lifeguard Kuta Selatan Ni Putu Sastra Labda Patni mengungkapkan wilayah Kuta Selatan saat ini baru didukung dua unit rubber boat yang ditempatkan di Nusa Dua dan Labuan Sait. Padahal karakter pantai di kawasan tersebut memiliki tebing tinggi, ombak besar, dan arus balik yang jauh lebih ekstrem.
Karena itu, menurutnya, penambahan sarana serta regenerasi personel yang terlatih menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan penyelamatan tetap optimal.
“Di kawasan tebing seperti Pecatu dan Labuan Sait, arus datang maupun arus balik setelah menghantam tebing sangat kuat sehingga membutuhkan kemampuan penyelamatan khusus,” jelasnya.
Meski dengan keterbatasan tersebut, proses penyelamatan di kawasan Kuta Selatan sejauh ini masih dapat berjalan dengan baik. Sebagian besar korban yang ditangani merupakan peselancar yang memiliki kemampuan berenang dan dapat bertahan menggunakan papan selancar hingga bantuan tiba.
Lifeguard Badung pun kembali mengingatkan seluruh wisatawan agar tidak menganggap sepele bendera peringatan maupun instruksi petugas. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan bukan hanya memudahkan proses pengawasan, tetapi juga menjadi langkah paling efektif untuk mencegah jatuhnya korban di tengah gelombang tinggi yang masih melanda pantai-pantai Badung. BWN-04































