Optimalkan PAD, Pemkab Bandung Gali Strategi Penerapan ‘Web Service’ ke Kabupaten Badung

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan kerja dan study tiru dari Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat terkait kebijakan serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pertemuan yang fokus pada pemanfaatan aplikasi Web Service oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ini berlangsung di Ruang Tamu Bupati, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (14/7).

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua TP. PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Petty Permanawati, serta jajaran Kepala OPD terkait dari kedua pemerintah kabupaten.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Adi Arnawa memaparkan pengalamannya dalam mengawal sistem pelayanan pajak daerah. Ia menekankan bahwa integrasi teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan mentalitas aparatur guna menutup celah kebocoran pajak. “Kunci utama dari optimalisasi pendapatan daerah ini bukan hanya pada sistem, tetapi kembali kepada mentalitas para petugas di lapangan. Kita harus tegas terhadap segala bentuk potensi penyimpangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dibuka Kembali untuk Umum, Ini yang Biasa Dilakukan Warga di Pulau Peninsula

Guna merealisasikan potensi pajak secara maksimal, Pemkab Badung mendorong peralihan teknologi dari yang sebelumnya menggunakan Tapping Box (mesin kasir otomatis) menuju penerapan sistem Web Service yang terintegrasi penuh dengan pihak ketiga. Sistem ini dinilai jauh lebih efektif karena sistem internal pemerintah dapat langsung tertanam dan terkoneksi dengan sistem transaksi wajib pajak, sehingga memperkecil peluang manipulasi data.

Selain itu Adi Arnawa juga menambahkan, untuk penguatan teknologi internal, Pemkab Badung saat ini juga tengah menjajaki kerjasama strategis dengan platform digital global seperti Airbnb dan Traveloka. Melalui data agregat dari platform tersebut, pemerintah dapat memvalidasi data riil pemesanan kamar dan kunjungan wisatawan yang masuk ke wilayah Badung secara akurat. “Jika kerja sama dengan platform digital ini berjalan, kita bisa memegang data akurat mengenai siapa saja yang memesan dan di hotel mana mereka menginap. Besoknya, tim penetapan dan verifikasi lapangan tinggal mencocokkan data tersebut saat melakukan audit. Jika ada ketidaksesuaian, kita bisa langsung ambil tindakan tegas,” tambah Adi Arnawa.

Baca Juga:  Periode Nataru, Bandara Prediksi Layani 1 Juta Penumpang

Pihaknya optimistis bahwa penerapan kebijakan ini akan memberikan efek psikologis yang positif bagi para wajib pajak di Badung untuk lebih jujur dan taat dalam melaporkan kewajibannya. Melalui sistem ini, Pemkab Badung yakin mampu mendongkrak PAD secara signifikan dan melampaui capaian-capaian pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Orari Badung Gelar Musyawarah Lokal ke-XIV

Sementara Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengungkapkan tujuan study tiru ke Kabupaten Badung untuk mempelajari kebijakan serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemanfaatan aplikasi Web Service oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung.

Ia juga menjelaskan bahwa potensi pajak di Kabupaten Bandung sangat besar namun belum digarap secara maksimal. “Mudah-mudahan dengan studi tiru ini, Pemkab Bandung bisa meningkatkan potensi PAD secara maksimal dengan menerapkan aplikasi Web Service,” ungkapnya.BWN-HB

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR