Bali Bidik Energi Arus Laut Nusa Penida, Langkah Besar Lepas dari Ketergantungan Listrik Fosil

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Pemerintah Provinsi Bali mulai memacu langkah menuju kemandirian energi dengan mendukung proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Nusa Penida. Proyek berbasis energi terbarukan ini digadang-gadang menjadi salah satu solusi mengurangi ketergantungan Bali terhadap energi fosil sekaligus memperkuat visi Bali Mandiri Energi.

Dukungan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat membuka Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida yang berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/6/2026).

Menurut Dewa Made Indra, pengembangan energi bersih merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang menjadi pijakan pemerintah daerah dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Baca Juga:  Wabup Suiasa Sosialisasikan Kebijakan Pemkab Badung di Kuta Selatan

“Program Bali Mandiri Energi merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali juga terus mendorong penggunaan energi bersih, mulai dari kendaraan listrik hingga pemanfaatan PLTS atap di instansi pemerintah, sektor swasta, dan industri pariwisata,” ujarnya.

Meski optimistis, Pemprov Bali menegaskan proyek ini tidak boleh mengorbankan sektor lain yang menjadi penopang ekonomi masyarakat. Karena itu, kajian pra-kelayakan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, aktivitas pelayaran, perikanan, hingga industri pariwisata yang menjadi tulang punggung Nusa Penida.

Pemerintah juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, tokoh adat, dan pelaku usaha pariwisata untuk memberikan masukan sebelum proyek memasuki tahap berikutnya.

Baca Juga:  Pusat Pelatihan Tenis Meja Kota Denpasar Diresmikan Jaya Negara Harap Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi

“Kami ingin memastikan proyek ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Nusa Penida tanpa mengganggu aktivitas maupun potensi yang sudah ada,” kata Dewa Made Indra.

Sementara itu, Senior Research Scientist University of Maryland, Prof. R. Dwi Susanto, mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi arus laut. Berdasarkan hasil studi USAID-SINAR bersama Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, terdapat 32 selat di Indonesia yang dinilai layak dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga arus laut, termasuk Selat Nusa Penida.

Menurutnya, teknologi pembangkit listrik berbasis arus laut telah terbukti andal dan layak secara komersial. Keunggulan lainnya, instalasi pembangkit berada di bawah permukaan laut sehingga tidak mengganggu panorama alam, jalur pelayaran, aktivitas nelayan, maupun sektor pariwisata.

Baca Juga:  Bali "Surganya" Tujuan Peredaran Narkoba

Melalui Pre-Feasibility Study ini, Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan nasional yang membuktikan bahwa energi arus laut dapat menjadi sumber listrik bersih yang andal sekaligus membuka jalan bagi pengembangan energi laut di berbagai wilayah Indonesia.

Jika berhasil, proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi Bali, tetapi juga menjadi tonggak penting menuju pulau yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR