Mangupura, baliwakenews.com
Kasus pencurian water meter di wilayah Kuta Selatan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Meski berbagai upaya pengamanan telah dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, aksi pencurian alat ukur air tersebut masih terus terjadi dan meresahkan pelanggan.
Data Perumda Tirta Mangutama menunjukkan, selama bulan Mei 2026 sedikitnya 12 unit water meter dilaporkan hilang di berbagai wilayah Kuta Selatan. Kasus terbaru terjadi di Desa Kutuh pada Jumat (5/6/2026), ketika satu unit water meter milik pelanggan kembali digondol pelaku yang hingga kini belum berhasil diungkap.
Manajer Produksi Perumda Tirta Mangutama Badung, Putu Sudarsana, mengungkapkan bahwa kebutuhan pemasangan pengaman masih cukup besar. Berdasarkan pendataan dan laporan pelanggan, terdapat sekitar 2.000 water meter yang dinilai rawan dan perlu mendapatkan perlindungan tambahan.
Hingga saat ini, baru 521 unit water meter yang berhasil dipasang pengaman besi. Artinya masih ada sekitar 1.500 unit lebih yang belum terlindungi dan berpotensi menjadi sasaran pencurian.
“Total yang sudah dipasang pengaman sebanyak 521 unit. Kalau melihat kebutuhan di lapangan, masih ada sekitar 1.500-an meteran lagi yang perlu dipasang pengaman,” jelasnya.
Meski kasus pencurian masih terus terjadi, Perumda memastikan seluruh water meter yang hilang telah diganti sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal. Pelanggan juga tidak dibebani biaya akibat kehilangan tersebut.
Selain pemasangan pengaman fisik, Perumda juga memperkuat koordinasi dengan kepolisian, Babinsa, pemerintah desa, pecalang, serta unsur adat untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing.
Perumda berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu mempersempit ruang gerak pelaku. Warga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar instalasi air bersih maupun water meter pelanggan.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa, mengatakan pencurian water meter bukan hanya merugikan pelanggan, tetapi juga berdampak pada tingkat kehilangan air perusahaan atau Non-Revenue Water (NRW).
“Ketika water meter dicabut, air bisa terus mengalir tanpa tercatat sehingga menambah kehilangan air. Karena itu setiap ada laporan, petugas langsung turun menghentikan sementara aliran dan mengganti meteran yang hilang,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi yang paling sering menjadi sasaran pencurian umumnya berada di kawasan yang sepi dan minim pengawasan. Tidak hanya rumah tinggal, sejumlah fasilitas umum seperti pura juga kerap menjadi target pelaku.
“Yang sering hilang justru di tempat-tempat umum atau lokasi yang jarang diawasi. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar ikut mengawasi keberadaan water meter di lingkungannya,” kata Suyasa.
Untuk menekan kasus pencurian, Perumda Tirta Mangutama telah memasang pelindung besi pada ratusan water meter yang berada di titik-titik rawan. Langkah ini dinilai cukup efektif karena hingga saat ini belum ada laporan kehilangan pada meteran yang telah dilengkapi pengaman.
“Water meter yang sudah dipasang pelindung besi relatif aman. Sampai sekarang belum ada laporan kehilangan dari lokasi yang sudah dipasang pengaman,” tegasnya. BWN-04





























