Tabanan, Baliwakenews.com
Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang menerjang kawasan Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, hingga menyebabkan bale piyasan dan senderan di kawasan Pura Luhur Beji Pekiyisan mengalami kerusakan parah. Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa turun langsung meninjau lokasi bencana pada Senin 18 Mei 2026.
Kerusakan terjadi di salah satu pura yang masuk kawasan Kahyangan Jagat sekaligus dikenal sebagai Beji Toya Tamba di wilayah luar Batukau. Angin kencang dilaporkan merobohkan salah satu bale piyasan, sementara senderan di area pura ambruk setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
“Hari ini saya berada di salah satu Pura Kahyangan Jagat yang juga merupakan Beji Toya Tamba di luar Batukau. Saya menerima laporan dari masyarakat pascabencana angin kencang dan hujan deras yang melanda wilayah ini,” kata Arnawa saat meninjau lokasi.
Menurut dia, kerusakan di kawasan suci tersebut harus segera ditangani mengingat pura memiliki fungsi penting sebagai tempat persembahyangan masyarakat. Apalagi, pura itu dijadwalkan menggelar pujawali bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.
Arnawa mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan dan menangani dampak kerusakan akibat bencana. DPRD Tabanan juga langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan agar penanganan cepat segera dilakukan.
“Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, saya melihat kondisi ini perlu segera ditangani. Karena itu, langkah pertama yang kami lakukan adalah mengajak masyarakat bergotong royong menangani kerusakan akibat bencana ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi kerusakan sudah dilaporkan kepada BPBD Tabanan agar proses penanganan dan pembangunan kembali bale piyasan yang roboh bisa segera direalisasikan.
“Kami juga sudah melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD Kabupaten Tabanan agar segera mengambil langkah penanganan. Harapannya, jika memungkinkan, pembangunan kembali piasan yang roboh bisa segera dibantu dan diselesaikan dalam waktu dekat,” katanya.
Arnawa menyoroti pentingnya percepatan penanganan karena waktu pelaksanaan pujawali semakin dekat. Menurut dia, pemerintah daerah bersama masyarakat kini berpacu dengan waktu untuk memastikan kawasan pura kembali layak digunakan umat untuk beribadah.
“Apalagi pura ini akan melaksanakan pujawali bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Karena itu, kami bersama masyarakat berupaya agar seluruh perbaikan dapat segera rampung sehingga saat pujawali nanti seluruh persoalan sudah clear dan umat bisa beribadah dengan nyaman,” ucapnya.
Ia memastikan DPRD Tabanan akan memberikan perhatian serius terhadap dampak bencana yang merusak fasilitas pura tersebut. “Sebagai pimpinan DPRD, saya memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini dan akan berupaya agar penanganannya bisa segera diselesaikan,” kata Arnawa. BWN-01

































