Singaraja, Baliwakenews.com
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna membuka secara langsung Maha Sabha VII Pemeluk Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan yang digelar di Wantilan Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pasemetonan sekaligus menjaga ajegnya nilai-nilai adat, agama, dan budaya di tengah arus modernisasi.
Dalam sambutannya, Wabup Supriatna menegaskan bahwa Maha Sabha bukan sekadar pertemuan organisasi, tetapi ruang konsolidasi yang memiliki makna sakral bagi seluruh semeton Siwa Muka Bulakan.
“Maha Sabha ini bukan sekadar formalitas, tetapi momentum sakral untuk memperkuat ikatan pasemetonan dan menyatukan visi demi keberlanjutan tradisi serta bakti kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan pasemetonan Siwa Muka Bulakan harus tetap ajeg dan solid sebagai penjaga nilai-nilai leluhur dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kekuatan pasemetonan menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas spiritual dan budaya Bali.
Selain itu, pelaksanaan Maha Sabha VII juga menjadi sarana konsolidasi organisasi melalui penyusunan program kerja yang menyentuh kepentingan seluruh semeton. Program-program tersebut diharapkan mampu memberi manfaat nyata sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
“Melalui Maha Sabha ini, kita harapkan tersusun program utama yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi seluruh semeton,” ujar Supriatna.
Di tengah dinamika modernisasi, Wabup Supriatna juga menekankan pentingnya regenerasi sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi. Generasi muda diharapkan mampu memahami sekaligus mengembangkan nilai-nilai leluhur secara kontekstual tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Nilai-nilai leluhur harus tetap menjadi kompas agar kita tidak kehilangan arah. Regenerasi harus berjalan, dan pasemetonan Siwa Muka Bulakan harus tetap ajeg, solid, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya.
Maha Sabha VII ini diharapkan menjadi tonggak penguatan pasemetonan Siwa Muka Bulakan sekaligus mempertegas komitmen menjaga tradisi dan budaya Bali secara berkelanjutan. BWN-03

































