Swakelola Sampah Dapat Relaksasi, TPA Suwung Buka Akses Sampah Organik hingga 31 Juli 2026

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Pengelola swakelola sampah di Bali akhirnya mendapat relaksasi akses pembuangan sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung setelah melalui negosiasi alot dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat tertutup bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, Kamis (16/4), yang berlangsung damai. Pemerintah memberikan izin pembuangan sampah organik, baik basah maupun kering, mulai besok hingga 31 Juli 2026.

Ketua Forum Komunikasi Swakelola Sampah (FKSS) Bali, Wayan Sunarta, mengatakan kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi pelaku swakelola setelah sebelumnya akses pembuangan organik dibatasi ketat.

Baca Juga:  Nilai Transaksi Denfest 2022 Tembus Rp 3,4 Miliar

“Sebelumnya kami sangat dibatasi, bahkan tidak boleh membuang sampah organik sama sekali. Kini disepakati kami bisa membuang dua kali dalam seminggu ke TPA Suwung,” ujar Sunarta didampingi Sekretaris FKSS Bali, Wayan Tedy Prapanca.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah dan antrean kendaraan pengangkut, pengelola TPA Suwung juga memperpanjang jam operasional layanan pembuangan dari pukul 08.00 WITA hingga 20.00 WITA.

Baca Juga:  KPU Provinsi Bali Gelar Rapat Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Sunarta optimistis kebijakan itu mampu mengurai antrean truk sampah yang selama ini terjadi, selama operasional di lapangan berjalan tanpa hambatan.

“Kalau pelayanan lancar, antrean truk dari pagi sampai malam bisa tertangani. Kami akan lihat komitmen pemerintah dalam mendukung operasional di lapangan,” tegasnya.

Meski demikian, FKSS Bali tetap menyoroti sejumlah persoalan klasik di TPA Suwung, seperti kerusakan jalan akses menuju area pembuangan dan keterbatasan alat berat yang kerap menghambat proses bongkar muat.

Baca Juga:  Saat Adat dan Anak Muda Berjalan Seiring Kisah Harmoni dari Banjar Perarudan, Jimbaran

Menurut Sunarta, kondisi cuaca cerah saat ini menjadi faktor pendukung kelancaran operasional.

“Saat ini cuaca sedang bagus, jadi mobilitas truk dan alat berat diharapkan tidak terganggu,” katanya.

FKSS Bali juga menjadwalkan pertemuan lanjutan usai 31 Juli 2026 untuk membahas keberlanjutan sistem pengelolaan sampah bersama pemerintah dan para pemangku kebijakan. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR