Ancaman Nyata di Pesisir Bali Pasang Laut Maksimum Berpotensi Picu Banjir Rob dan Ganggu Aktivitas Warga

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Ancaman banjir rob kembali membayangi wilayah pesisir Bali. Dalam periode 17 hingga 25 April 2026, kenaikan maksimum air laut diprediksi terjadi dan berpotensi berdampak langsung pada permukiman serta aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Peringatan ini disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III menyusul fenomena fase Bulan Baru pada 17 April dan Perigee pada 19 April yang memicu peningkatan pasang air laut.

Sejumlah kawasan pesisir masuk dalam zona rawan, mulai dari pesisir selatan Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, hingga pesisir selatan Klungkung. Kondisi ini tidak terjadi serentak, sehingga masyarakat diminta lebih waspada terhadap perbedaan waktu puncak pasang di tiap wilayah.

Baca Juga:  Plt. Bupati Badung Ketut Suiasa Pimpin Rakor Pendataan Arsip I Gusti Ngurah Rai

Potensi dampaknya tidak hanya pada genangan air di pesisir, tetapi juga mengancam berbagai aktivitas vital masyarakat. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan, kehidupan di permukiman pesisir, hingga sektor tambak garam dan perikanan darat berisiko terganggu.

Di sisi lain, kondisi perairan juga tidak bisa diabaikan. Analisis BMKG menunjukkan pola angin di perairan Bali bergerak dari utara ke selatan dengan kecepatan 4 hingga 25 knot. Gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah titik, seperti Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta perairan selatan Bali.

Baca Juga:  Bupati Badung Serahkan LKPD Unaudited 2024 Kepada BPK Perwakilan Bali

Kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi ini meningkatkan risiko keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak saat angin mencapai 15 knot dengan gelombang sekitar 1,25 meter, sementara kapal tongkang menghadapi risiko lebih besar saat angin menyentuh 16 knot dengan gelombang hingga 1,5 meter.

Kepala BBMKG Wilayah III melalui Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

Baca Juga:  Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Badung

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan ini dan secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG, baik melalui website, media sosial, maupun aplikasi Info BMKG.

Dengan potensi risiko yang nyata, kesiapsiagaan masyarakat pesisir menjadi faktor penentu untuk menghindari kerugian yang lebih besar dalam sepekan ke depan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR