Breakwater Kuta Belum Tuntas Ancaman Abrasi Masih Mengintai

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Upaya menahan laju abrasi di Pantai Kuta masih berpacu dengan waktu. Proyek pembangunan breakwater yang ditarget rampung akhir April 2026 belum sepenuhnya tuntas, menyisakan satu titik krusial yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

Dari lima unit breakwater yang dirancang, empat unit telah selesai 100 persen. Namun BW 5 yang berada di bagian utara masih tertahan di progres 75 persen, sehingga menjadi penentu efektivitas perlindungan garis pantai secara keseluruhan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, mengingat kawasan Pantai Kuta selama ini dikenal rentan terhadap abrasi, terutama saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono, mengakui bahwa penyelesaian BW 5 belum optimal dalam beberapa hari terakhir akibat kondisi laut yang tidak memungkinkan pekerjaan dilanjutkan.

Baca Juga:  Pertegas Bab Demi Bab, Pansus Ranperda Penyelenggaraan perizinan Kembali Gelar Pembahasan

“Sudah tiga hari ini belum bisa kerja karena kondisi air lautnya manda. Tidak cukup aman untuk alat berat beroperasi,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Situasi ini membuat waktu penyelesaian semakin sempit. Padahal BW 5 ditargetkan rampung pada 25 April, agar keseluruhan sistem breakwater bisa segera berfungsi maksimal dalam menahan gelombang.

Tak hanya faktor cuaca, proyek ini juga sempat terganggu persoalan teknis berupa keterbatasan pasokan BBM solar non-subsidi. Dampaknya, operasional alat berat dan kapal pengangkut material sempat terhenti selama dua hari, menunda progres pekerjaan di lapangan.

Baca Juga:  Batal Berlaku 1 Desember, Ujicoba Pembayaran Non Tunai Diperpanjang

“Pekerjaan sempat berhenti karena BBM belum tersedia. Sekarang sudah normal kembali dan pekerjaan dilanjutkan,” jelasnya.

Keterlambatan ini turut berdampak pada rencana pengisian pasir, yang merupakan bagian penting dalam pemulihan garis pantai. Agenda tersebut harus mundur dari jadwal meskipun sebelumnya sudah dipersiapkan.

Pengisian pasir akan difokuskan di Zona II, dari kawasan depan Hotel Anvaya hingga ke arah utara menuju Hotel Pullman wilayah yang mengalami abrasi paling parah.

Meski demikian, pihak proyek tetap berupaya mengejar ketertinggalan dengan menjalankan pekerjaan secara paralel. Penyelesaian BW 5 dan pengisian pasir direncanakan berjalan bersamaan, mengingat lokasi keduanya tidak saling mengganggu.

Baca Juga:  Wamen Imipas Kunjungi Unit Siber Imigrasi Ngurah Rai

Namun, selama BW 5 belum rampung, perlindungan terhadap garis pantai belum sepenuhnya optimal. Artinya, risiko abrasi masih membayangi kawasan wisata ikonik tersebut.

“Kalau tidak ada kendala lagi, kami optimistis selesai sesuai target. Ini penting agar abrasi bisa ditekan dan kawasan pesisir tetap aman,” tegas Bambang.

Dengan waktu yang semakin terbatas dan tantangan yang masih ada, penyelesaian proyek breakwater ini menjadi krusial. Bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi benteng utama untuk menjaga keberlanjutan Pantai Kuta dari ancaman abrasi yang terus menggerus. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR