Bupati Sutjidra Tancap Gas Rehabilitasi Lahan Kritis, 4.000 Bibit Produktif Digelontorkan ke Petani Buleleng

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mendorong percepatan rehabilitasi lahan kritis dengan menggandeng kelompok tani subak/abian sebagai ujung tombak pengelolaan.

Langkah ini ditegaskan saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Azana Style Hotel Singaraja, Senin 2 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, 4.000 bibit tanaman produktif disalurkan kepada 10 kelompok tani di Buleleng.

Bibit yang dibagikan meliputi durian Musang King, mangga, jambu kristal, jambu air, nangka, hingga alpukat—komoditas bernilai ekonomi tinggi yang diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan-lahan tidur.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Siapkan Rp 2,6 Miliar untuk Perbaikan 135 Rumah Tidak Layak Huni

Sutjidra menegaskan, maraknya alih fungsi lahan menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Buleleng. Karena itu, rehabilitasi lahan kritis harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program seremonial.

“Ini bukan hanya soal penghijauan, tapi bagaimana lahan kritis bisa kembali produktif dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena beralihnya lahan pangan menjadi hortikultura atau pembibitan yang berdampak pada penurunan kesuburan tanah. Dengan potensi kebun mencapai sekitar 100 ribu hektare, program ini dinilai strategis untuk mengembalikan keseimbangan fungsi lahan sekaligus memperkuat ekonomi warga.

Baca Juga:  Mulia - PAS Janji Gratiskan Sekolah SMA dan SMK

“Kalau ini berjalan masif, kita tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Program ini merupakan inisiatif Anggota DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pelestarian lingkungan nasional.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kuncinya adalah memanfaatkan lahan kritis menjadi lahan produktif yang menghasilkan komoditas bernilai jual.

“Lingkungan lestari tidak boleh lepas dari kesejahteraan rakyat. Lahan kritis harus diubah menjadi sumber pangan dan penghasilan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Badung Hadiri Karya Melaspas dan Mupuk Pedagingan di Banjar Adat Kelan Abian Tuban

Ia juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar serius dalam menanam dan merawat bibit yang diberikan, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk anggota DPRD, perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat, sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap percepatan rehabilitasi lahan di Buleleng. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR