Denpasar, Baliwakenews.com
Upaya pencegahan stunting dan optimalisasi tumbuh kembang anak terus diperkuat melalui pendekatan edukatif berbasis masyarakat. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa melalui Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) melaksanakan pendampingan Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi keluarga binaan sebagai bagian dari implementasi Community-Oriented Medical Education (COME).
Program ini dipimpin oleh Ketua Tim PKM, dr. Ni Wayan Diana Ekayani, MHPE, FFRI, dan dilaksanakan selama Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan melibatkan 11 keluarga binaan yang memiliki anak usia 3 hingga 12 bulan.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM terlebih dahulu memberikan pelatihan kepada mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan edukasi dan pendampingan MPASI kepada keluarga binaan secara intensif dan terstruktur.
“Mahasiswa melakukan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman ibu, membawa contoh menu MPASI sesuai usia anak, serta memberikan penjelasan singkat namun aplikatif terkait pentingnya variasi menu, tekstur makanan, dan kebersihan dalam pengolahan MPASI, ” ungkap Diana Ekayani.
Setiap keluarga binaan juga dibekali buku menu MPASI sebagai panduan praktis yang dapat diterapkan di rumah.
Pengetahuan Ibu Meningkat Signifikan
Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan ibu meningkat dari 60 pada pre-test menjadi 80 pada post-test, menandakan adanya peningkatan pemahaman yang substansial terkait prinsip pemberian MPASI yang tepat.
Tidak hanya berhenti pada edukasi awal, program ini juga dilanjutkan dengan monitoring selama enam bulan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari keluarga binaan.
MPASI Tepat Jadi Kunci Pencegahan Stunting
Ketua Tim PKM, dr. Ni Wayan Diana Ekayani, menegaskan bahwa penyuluhan MPASI bukan sekadar kegiatan edukatif, melainkan bagian dari strategi penting dalam pencegahan masalah gizi dan stunting sejak dini.
“MPASI yang diberikan tepat waktu, bergizi seimbang, serta disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak berperan besar dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran ibu, risiko gangguan tumbuh kembang dapat ditekan secara signifikan, ” ujarnya.
Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak berkelanjutan. Pendekatan berbasis komunitas yang dilakukan FKIK Universitas Warmadewa diharapkan dapat menjadi model pengabdian yang efektif dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. BWN-03

































