Transformasi Koperasi Jadi Motor UMKM di Kutsel, KSP Subhakti Catat Kinerja Positif di Tengah Ketidakpastian Global

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Menggeliatnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kuta Selatan (Kutsel) tidak hanya dipicu oleh membaiknya kondisi ekonomi, tetapi juga oleh peran aktif koperasi yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Salah satu yang menonjol adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Subhakti Ungasan, yang berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi global.

Komitmen koperasi sebagai penggerak ekonomi anggota itu mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-22 KSP Subhakti Ungasan yang digelar Sabtu (24/1/2026). RAT tersebut dihadiri Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, jajaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dekopinwil Bali, serta ratusan anggota koperasi.

Sepanjang tahun buku 2025, KSP Subhakti Ungasan membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp3,8 miliar, dengan aset mencapai Rp215 miliar atau tumbuh 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total SHU tersebut, Rp2,6 miliar dibagikan langsung kepada anggota, mencerminkan orientasi koperasi yang menempatkan kesejahteraan anggota sebagai prioritas utama.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Pembukaan Kejurprov Bola Basket KU-15

Ketua KSP Subhakti Ungasan, I Made Suanda Wisnaya, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi manajemen yang menekankan keseimbangan antara tata kelola yang sehat, nilai-nilai kelembagaan, dan inovasi usaha.

“Kunci kami ada pada nilai spiritual, kejujuran, integritas, dan amanah. Setelah itu giving atau memberi manfaat, transparansi, keterbukaan, serta edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM agar mampu bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, KSP Subhakti Ungasan justru memilih langkah progresif dengan melakukan transformasi kelembagaan. Salah satunya melalui Perubahan Anggaran Dasar (PAD) serta pembentukan badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas, yakni PT Multi Collaboration Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk memperluas inovasi produk dan layanan, tidak hanya bagi anggota tetapi juga masyarakat luas.

Selain itu, koperasi juga membuka kantor kas di Kediri, Kabupaten Tabanan, serta merekrut 17 karyawan baru guna mendukung ekspansi usaha. Ke depan, KSP Subhakti Ungasan menargetkan pengembangan cabang di seluruh kabupaten di Bali, terutama untuk menjangkau usaha kecil yang belum tersentuh teknologi dan akses permodalan formal.

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Mertasari Tuntas, Ancaman Banjir Masih Mengintai Jimbaran

“Kami ingin koperasi hadir membantu usaha-usaha kecil agar bisa naik kelas, khususnya yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan,” kata Suanda, yang juga berprofesi sebagai akunting di salah satu hotel berbintang di kawasan Nusa Dua.

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, KSP Subhakti Ungasan juga aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor riil. Pembiayaan tersebut menyasar pengembangan villa, guest house, carwash, serta berbagai usaha produktif milik anggota yang dinilai mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal di Kutsel.

Tak hanya berorientasi bisnis, koperasi ini juga menjalankan fungsi sosial dan pendidikan. Program dana kedukaan hingga Rp15 juta bagi anggota yang meninggal dunia serta pelatihan rutin setiap hari Sabtu menjadi bagian dari upaya mencetak SDM koperasi yang adaptif dan kompetitif.

Sebagai bentuk inovasi layanan, pada tahun 2025 KSP Subhakti Ungasan meluncurkan produk Investa. Produk ini dirancang untuk memperkuat permodalan anggota sekaligus meningkatkan partisipasi dalam pengembangan usaha koperasi.

Baca Juga:  Mandiri Mandalika Festival of Speed 2024 Round 3 Sukses Meriahkan Pertamina Mandalika International Circuit

“Kami tidak semata mengejar profit. Koperasi boleh besar, tapi yang paling penting anggota juga harus bertumbuh,” tegas Suanda.

Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta yang hadir dalam RAT tersebut menilai koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Ia juga menyinggung pembangunan infrastruktur seperti Jalan Lingkar Selatan yang dinilai akan membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM di Kutsel.

Dengan jumlah anggota inti mencapai 3.612 orang dan likuiditas terjaga di level 12 persen, KSP Subhakti Ungasan menegaskan posisinya sebagai salah satu koperasi yang mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan, sekaligus menjadi contoh transformasi koperasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR