Nangluk Merana Jadi Ikhtiar Kolektif Desa Adat Kuta Hadapi Musim Pancaroba

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Memasuki Sasih Kenem yang dikenal sebagai masa pancaroba dan rawan penyakit, Desa Adat Kuta kembali menggelar Upacara Nangluk Merana lan Pecaruan Sasih pada Minggu (14/12). Di tengah hujan yang mengguyur sejak pagi, krama desa tetap melaksanakan rangkaian upacara sebagai bentuk ikhtiar kolektif menjaga kesehatan, keselamatan, dan keseimbangan alam, khususnya di kawasan wisata Kuta.

Upacara yang bertepatan dengan rahinan Kajeng Kliwon Uwudan Sasih Kenem ini dipusatkan di Pantai Kuta, tepatnya di depan Pura Segara Kuta dekat tsunami shelter. Prosesi tersebut menjadi simbol kesadaran bersama akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas di tengah dinamika pariwisata dan cuaca ekstrem.

Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, mengatakan pelaksanaan upacara tetap berjalan sesuai tatanan meskipun cuaca kurang bersahabat. Rangkaian diawali dengan Caru Tawur Agung di Catus Pata Desa Adat Kuta, kemudian dilanjutkan Pecaruan Sasih (pamelepeh) di seluruh persimpangan wilayah desa.

Baca Juga:  Sah!! Everton Nascimento Resmi Jadi Pemain Baru Bali United Musim 2024/2025

“Walaupun diguyur hujan, pecaruan pelepeh sasih tetap dilaksanakan sejak pukul 06.30 Wita. Antusiasme krama dan para pengayah desa sangat tinggi, seluruh ayahan swadharma dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Alit.

Setelah pecaruan di persimpangan rampung, prosesi berlanjut ke Upacara Nangluk Merana di penepi segara Pantai Kuta. Prosesi utama yang semula dijadwalkan pukul 10.00 Wita sempat diundur sekitar satu jam akibat hujan lebat. “Ida Pedanda baru munggah untuk muput upacara setelah kondisi hujan mulai mereda,” jelasnya.

Alit menjelaskan, pemusatan Upacara Nangluk Merana lan Pecaruan Sasih di Pantai Kuta merupakan bagian dari penyesuaian tatanan upacara yang mulai diterapkan sejak tahun lalu. Sebelumnya, rangkaian ini dikenal dengan Nangluk Merana lan Pemahayu Jagat. Namun, Pemahayu Jagat kini tidak lagi dilaksanakan karena secara makna dinilai sejalan dengan Nangluk Merana.

Baca Juga:  Trotoar Disulap Jadi Lahan Parkir, Satpol PP Temukan Belasan Pelanggaran di Jalur Wisata

Secara filosofis, Nangluk Merana merupakan upacara pembersihan dan permohonan tirta amertha untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kerahayuan kepada Ida Bhatara Baruna melalui penghaturan upakara di penepi segara. Sementara Pecaruan Sasih dimaknai sebagai upaya memohon keselamatan dalam pergantian bulan, khususnya Sasih Kenem yang identik dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan.

Dalam pelaksanaan pecaruan di persimpangan, sejumlah Ida Ratu Pelawatan turut muput upacara, di antaranya Barong Banjar Pelasa, Barong Bang Banjar Pemamoran dan Temacun, Barong Selem Banjar Tegal, Barong Banjar Pande Mas, Barong Singa Puri Satria Dalem Kaleran, serta Barong Landung Pura Tanjung Pikatan Banjar Segara. Prosesi ini bertujuan nyomia bhuta kala, mengingat persimpangan dipercaya sebagai titik temu energi yang perlu dinetralisir.

Baca Juga:  Perumdam Tirta Mangutama Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

Usai Pecaruan Sasih, Ida Ratu Pelawatan kembali ke peyogan masing-masing banjar. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang berakhir di Pura Dalem, rangkaian kali ini ditutup dengan Upacara Nangluk Merana di Pantai Kuta. Prosesi dipuput oleh Ida Pedanda saking Griya Telabah, ditandai dengan ritual mapakelem ke tengah laut. Selanjutnya, tirta segara dibagikan kepada seluruh krama untuk dipercikkan ke wewidangan dan pawongan masing-masing.

Menurut Alit, upacara ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan kolektif menghadapi musim pancaroba yang kerap disertai peningkatan kasus penyakit ringan.

“Melalui Nangluk Merana, kami memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar masyarakat senantiasa dianugerahi kerahayuan, dijauhkan dari wabah, marabahaya, dan bencana,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR