Denpasar, baliwakenews.com – Sabtu malam di Renon, Denpasar, suasana yang biasanya tenang berubah mencekam. Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Bali menjelma jadi kerusuhan panjang hingga dini hari. Polisi mencatat 138 orang diamankan, sebagian besar pendatang dari luar Bali.
Batu, molotov, hingga kembang api beterbangan ke arah aparat. Mobil dinas Polri dirusak, bahkan isinya dijarah. “Kami harus bertindak tegas karena ini sudah membahayakan,” ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy.
Di balik kericuhan itu, delapan polisi terluka dan dua warga sipil masih terbaring di rumah sakit. Luka-luka itu jadi bukti bahwa amarah massa meninggalkan jejak nyata pada tubuh dan rasa aman warga.
Ariasandy mengingatkan, Bali hidup dari kedamaian. Hampir 70 persen masyarakatnya menggantungkan harapan dari pariwisata. “Kalau keamanan terganggu, kunjungan wisata pun bisa menurun,” katanya.
Kini, meski debu kericuhan belum benar-benar hilang, Bali tetap berusaha berdiri tenang. Polisi memastikan kondisi sudah kondusif, sembari mengajak masyarakat tak mudah terprovokasi. Karena bagi Bali, kedamaian bukan sekadar jargon, ia adalah napas kehidupan. BWN-01





























