Cari Solusi Kelangkaan LPG 3 KG, DPRD Bali Gelar Rapat Bersama Stakeholder

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Menerima keluhan masyarakat akan kelangkaan gas bersubsidi yang terjadi belakangan ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali yang membidangan masalah energi dan SDM, menggelar rapat kerja bersama stakeholder terkait Senin 25 Agustus 2025 bertempat di ruang rapat kantor DPRD Bali. Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bali I Nyoman Suyasa, untuk mencari win-win solusi agar masyarakat tidak susah mendapatkan gas 3 Kg.

Usai rapat Suyasa mengungkapkan, dalam mengatasi kelangkaan ini agar tidak berlarut-larut, pihaknya sepakat untuk dibentuknya Satgas atau forum komunikasi sampai ke tingkat desa-desa, tujuannya agar daerah-daerah yang mengalami kelangkaan dengan mudah dan cepat diatasi melalui komunikasi.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Bali Minta KPU dan Bawaslu Kawal Pemindahan Surat Suara

Ia memandang, dengan terbentuknya forum atau satgas sangat efektif untuk pengawasan ke depan. Selain itu, pihaknya juga berencana akan ke Pertamina pusat bersama Dinas Perdagangan untuk menyampaikan kondisi di Bali atas kelangkaan gas 3 Kg yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

“Kami berencana ke pusat bersama Pertamina dan Dinas Perdagangan untuk meminta tambahan kuota untuk Bali,” imbuhnya.

Lebih lanjut Politisi Partai Gerindra Dapil Karangasem tersbeut kepada media menyampikan, berapa pun ada penambahan kuota jika tidak dibarengi dengan sistem yang bagus akan tetap terjadi kelangkaan.

Baca Juga:  Jadi Bapak Angkat Milineal Desa Bongkasa, Suyasa Tekankan Pentingnya Tingkatkan Kualitas SDM Dalam Pengelolaan Pariwisata

“Justru semakin banyak kuota datang, semakin banyak yang dioplos,” pungkasnya.

Sementara dari pihak Pertamina juga mendorong Disperindag Provinsi Bali untuk membuat forum atau satgas untuk pengawasan hingga ke tingkat desa. “Dugaan kelangkaan gas 3 Kg karena serapan di lapangan tinggi,” papar Endo Eko Satrio, Sales Area Manager Retail Bali Pertamina Patra Niaga.

Endo melihat, serapan gas bersubsidi tertinggi di dua kabupaten/kota yaitu Badung dan Denpasar, karena dua wilayah ini merupakan metro politan dan menjadi daerah tujuan wisatawan karena perkembangan pariwisata yang pesat dan dengan penduduk pendatang tinggi.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Genjot Perluasan dan Digitalisasi Daerah

Ditanya terkait kelangkaan karena ada oknum mengoplos, Endo tidak berkomentar. Yang jelas Pertamjna memastikan gas bersubsidi sampai ke pangkalan dan sesuai aturan berlaku.

“Untuk pengoplosan bukan ranah kami. Kami hanya memastikan hingga ke distribusi di pangkalan,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR