Mangupura, baliwakenews.com
Langkah restorasi Pantai Bingin yang sempat dipuji kini menghadapi tantangan nyata di lapangan. Hingga akhir Juli 2025, pembongkaran bangunan liar baru menyentuh angka 25 persen. Medan yang ekstrem di kawasan tebing curam menjadi rintangan utama bagi tim penertiban gabungan.
“Kalau dilihat dari atas, bangunan-bangunan itu kelihatan kokoh. Tapi setelah roboh, baru terlihat nyaris ‘menggantung’ di tebing,” ungkap Kasatpol PP Badung, I GAK Suryanegara, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, sebagian bangunan justru tidak memiliki fondasi kuat dan hanya menempel tipis di dinding tebing. Hal ini membuat proses perobohan menjadi penuh risiko, tak seperti pembongkaran di lahan datar.
Dengan hanya satu unit alat berat di lokasi, proses pembongkaran terus berjalan. Namun, Suryanegara memastikan bahwa satu alat berat tambahan akan segera diturunkan untuk mempercepat pekerjaan.
“Medannya curam, jadi setiap gerakan harus dihitung. Ini pekerjaan penuh risiko. Tapi perintah Bupati jelas, kami akan selesaikan,” tegasnya.
Di tengah proses penertiban, keluhan dari pemilik bangunan juga muncul. Beberapa yang mengaku belum sempat mengangkut barang-barang mereka karena kesulitan mencari tenaga angkut.
“Mereka bilang kekurangan tenaga, tapi kami harus tetap jalan. Semua sudah diberi waktu,” ujarnya.
Suryanegara pun mengimbau para pemilik usaha yang belum terdampak agar segera mengamankan barang-barang berharga sebelum giliran bangunan mereka dibongkar. Tak hanya itu, masyarakat juga diminta menjauh dari lokasi demi keselamatan bersama.
Meskipun kondisi lapangan cukup berat, Satpol PP optimis bisa mencapai progres 50 persen dalam waktu satu minggu ke depan. Penertiban ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan kawasan Pantai Bingin ke fungsi ruang publik dan kelestarian lingkungan.
“Kami minta semua pihak kooperatif. Ini demi penataan kawasan dan keamanan ke depan,” pungkas Suryanegara. BWN-04

































